YOGYAKARTA – PT Modena Indonesia memperkuat kemitraan dengan SMK Negeri 3 Yogyakarta melalui pengembangan Modena Technical School. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi teknis siswa sekaligus mempersiapkan lulusan agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Pengembangan program ditandai dengan kunjungan jajaran Modena ke SMK Negeri 3 Yogyakarta, Rabu (19/8). Kunjungan tersebut juga dilakukan di ruang kelas Industri Modena yang menjadi bagian dari pengembangan program pendidikan berbasis kebutuhan industri.
Rombongan Modena dipimpin Executive Vice President of Operations Division Kim Il Dong, didampingi Head of Customer Care Department Rully Sujarko dan Head of Technician Modena Yogyakarta Branch Nasrudin Pardi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kim Il Dong mengatakan, kerja sama dengan SMK Negeri 3 Yogyakarta merupakan bentuk keseriusan Modena dalam berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang teknik.
Menurutnya, perkembangan industri membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja.
“Modena ingin berkontribusi bagi industri dan sekolah, terutama dalam meningkatkan keterampilan siswa di Indonesia. Kami senang dapat ikut berkontribusi dalam membangun generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Karena itu, Modena ingin pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Modena Technical School di SMK Negeri 3 Yogyakarta merupakan program kedua yang dikembangkan perusahaan setelah sebelumnya hadir di Surabaya. Program tersebut dirancang untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan tenaga kerja di industri.
Dukungan yang diberikan Modena tidak sebatas peralatan praktik. Perusahaan juga terlibat dalam penyusunan kurikulum, penyediaan product trainer, pelatihan bagi guru serta menghadirkan tenaga pelatih dari Modena.
Dengan pola tersebut, materi pembelajaran diharapkan semakin sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pekerjaan di lapangan.
Siswa juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti on job training di lingkungan industri. Mereka dapat memperoleh pengalaman di sejumlah unit Modena, mulai dari kantor cabang, gudang, layanan purnajual, tempat servis hingga fasilitas produksi.
Pengalaman tersebut diharapkan membuat siswa memahami secara langsung karakter pekerjaan sekaligus budaya perusahaan.
“Setelah mengikuti pembelajaran, siswa akan mendapatkan pengalaman kerja di industri. Dengan demikian, mereka memahami kondisi pekerjaan sekaligus budaya perusahaan. Setelah siap, mereka berpeluang untuk disertifikasi dan direkrut,” kata Kim.
Sementara itu, Kepala Konsentrasi Keahlian (KPK) Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Negeri 3 Yogyakarta, Suryono, S.Pd., mengatakan kerja sama dengan Modena telah dirintis sekitar satu tahun lalu.
Berawal dari penawaran kerja sama, pihak sekolah kemudian melakukan pembahasan hingga akhirnya dikembangkan dalam bentuk kemitraan antara SMK Negeri 3 Yogyakarta dan Modena.
“Sejak satu tahun yang lalu sudah ada penawaran dari Modena. Kemudian kami tindak lanjuti dalam bentuk kerja sama kemitraan dengan sekolah,” ujar Suryono.
Dalam kemitraan tersebut, Modena membantu menyediakan berbagai peralatan yang diperlukan untuk kegiatan pembelajaran. Sementara sekolah menyiapkan ruang serta fasilitas pendukung.
Suryono berharap kerja sama tersebut berkembang lebih jauh. SMK Negeri 3 Yogyakarta tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi ke depan mampu menjadi bagian dari layanan teknis Modena, termasuk sebagai teknisi hingga service center.
“Harapannya ke depan sekolah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi juga bisa menjadi teknisi, bahkan service center Modena,” katanya.
Menurut Suryono, keberadaan Modena Technical School memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh kompetensi yang lebih spesifik. Selain memahami dasar kelistrikan, siswa juga diperkenalkan dengan teknologi, perawatan dan perbaikan berbagai peralatan rumah tangga.
Rangkaian kerja sama tersebut juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta kunjungan jajaran Modena ke lingkungan sekolah. Kemitraan yang berkelanjutan diharapkan semakin memperkuat posisi SMK Negeri 3 Yogyakarta sebagai sekolah mitra Modena.
“Kerja sama ini akan terus berlanjut sehingga SMK Negeri 3 Yogyakarta menjadi M-Tech atau sekolah Modena,” ujar Suryono.
Pemilihan SMK Negeri 3 Yogyakarta sebagai mitra, lanjutnya, tidak terlepas dari karakter sekolah yang kuat di bidang teknik. Selain kemampuan akademik dan keterampilan teknis, siswa juga dinilai memiliki sikap serta aktivitas yang mendukung pengembangan inovasi.
Modena berharap siswa tidak hanya menjadi penerima materi pembelajaran, tetapi mampu mengembangkan ide dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan industri.
Program serupa yang telah diterapkan di sekolah lain disebut menunjukkan hasil positif. Sekitar 70 persen lulusan dari kelas yang mengikuti program tersebut terserap ke dunia kerja.
Untuk SMK Negeri 3 Yogyakarta, Modena menargetkan sekitar 70 hingga 80 persen lulusan Modena Technical School dapat terserap di dunia industri. Sementara sebagian lainnya diharapkan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Target kami bukan hanya memberikan peralatan dan pelatihan. Lebih dari itu, kami ingin lulusan yang sudah siap bekerja juga dapat terserap oleh industri,” tegasnya.
Penulis : Fajarista
Editor : Arie















