YOGYAKARTA – MODENA resmi meluncurkan MODENA Tech School di SMKN 3 Yogyakarta, Rabu (14/10/2026). Program ini menjadi upaya memperkuat kolaborasi dunia pendidikan dan industri untuk meningkatkan kompetensi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), baik dari sisi keterampilan teknis maupun komunikasi dengan pelanggan.
Senior Manager Customer Care MODENA, Rully Sujarko, mengatakan program tersebut dilatarbelakangi adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan sekolah teknik dan kebutuhan perusahaan, terutama dalam pelayanan konsumen.
Menurutnya, kemampuan teknis siswa sebenarnya cukup memadai. Namun, keterampilan berkomunikasi, pendekatan kepada pelanggan, serta pemahaman bahasa teknis yang mudah dipahami konsumen masih perlu ditingkatkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis untuk memperbaiki produk, tetapi juga bagaimana berkomunikasi dan melayani pelanggan dengan baik,” ujarnya.
Melalui MODENA Tech School, siswa diharapkan lebih percaya diri menjelaskan kualitas, keamanan, dan keunggulan produk kepada konsumen. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan serta hubungan jangka panjang antara pelanggan dan perusahaan.
Rully menjelaskan, Yogyakarta menjadi salah satu lokasi pengembangan program setelah sebelumnya MODENA membuka sekolah teknis di Surabaya. Ke depan, perusahaan berencana mengembangkan program serupa di Jakarta dan Bali.
Sementara itu, Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Widada, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan industri akan memperkuat penerapan pembelajaran teaching factory di sekolah.
Model pembelajaran tersebut mengadaptasi proses dan budaya kerja industri ke lingkungan sekolah. Siswa tidak hanya mendapatkan penguatan hard skill atau kemampuan teknis, tetapi juga soft skill, seperti kedisiplinan, ketangguhan, komunikasi, dan pelayanan pelanggan.
Widada berharap kolaborasi ini mampu mengurangi kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Ia menyebutkan, berdasarkan data tracer study sekolah, sekitar 80 persen lulusan SMKN 3 Yogyakarta terserap di dunia kerja.
Dengan dukungan industri, pihak sekolah menargetkan lulusan yang memilih bekerja dapat terserap secara optimal sesuai kompetensi yang dimiliki.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Drs. Raden Suci Rohmadi, M.I.P., turut mengapresiasi peluncuran MODENA Tech School di SMKN 3 Yogyakarta. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan langkah konkret menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.
Ia menegaskan, pendidikan SMK saat ini tidak cukup hanya membekali siswa dengan teori. Peserta didik juga perlu memiliki keterampilan praktis, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, kedisiplinan, komunikasi, serta sikap profesional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang disampaikan dalam sambutannya, tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK secara nasional mencapai 8,63 persen, turun dibandingkan 9,01 persen pada 2024.
Angka tersebut, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan dunia usaha agar kompetensi lulusan semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Ia berharap MODENA Tech School dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kompetensi siswa dan guru. Program ini juga diharapkan menjadi contoh praktik baik kolaborasi pendidikan dan industri yang dapat diterapkan lebih luas.
Melalui MODENA Tech School, siswa SMKN 3 Yogyakarta diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kondisi industri sehingga mampu menjadi lulusan yang kompeten, adaptif, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja.
Penulis : Fajarista
Editor : Arie















