NGAGLIK – Ngaglik kembali menunjukkan wajah Indonesia yang rukun dan harmonis melalui kegiatan tradisi nyadran dan doa lintas agama yang dilaksanakan oleh warga Padukuhan Suruh, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.
Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Makam Umum Padukuhan Suruh. Tradisi nyadran ini merupakan agenda tahunan masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan area makam yang dilakukan secara gotong royong oleh warga dari berbagai latar belakang agama dan sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto : Upik KIM Donoharjo
Warga Suruh saat melakukan doa bersama
Yang menjadi ciri khas kegiatan ini adalah pelaksanaan doa bersama lintas agama. Warga berbaur tanpa sekat, saling menghormati keyakinan masing-masing, dan bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Padukuhan Suruh.
Antusiasme warga terlihat tinggi, mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan persaudaraan yang telah terjaga turun-temurun.
Melalui kegiatan nyadran dan doa lintas agama ini, Padukuhan Suruh tidak hanya melestarikan tradisi budaya, tetapi juga meneguhkan komitmen kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama.
Kegiatan tersebut menjadi potret nyata kehidupan masyarakat Ngaglik sebagai miniatur Indonesia yang damai, rukun, dan penuh nilai kebersamaan.
Penulis : Fajarista
Editor : Fajarista















