Ngaglik Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta, SMA N 2 Ngaglik menyelenggarakan kirab budaya yang melibatkan 758 siswa bersama seluruh dewan guru, Jumat (13/02/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah yang beralamat di Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, dengan rute mengelilingi perkampungan sekitar.
Kirab budaya ini turut dihadiri Kepala SMA N 2 Ngaglik, Kristya Mintarja, S.Pd., M.Pd., S.T., serta dari Dinas Pendidikan (Kabaldik) Kabupaten Sleman, Priyatna, S.Pd., M.Pd. Kehadiran jajaran pimpinan pendidikan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan karakter berbasis budaya di lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Delapan Gunungan Hasil Bumi untuk Masyarakat
Sebanyak delapan gunungan hasil bumi diarak para siswa dengan mengenakan beragam busana adat Nusantara. Gunungan yang berisi hasil pertanian, sayur-mayur, buah-buahan, dan kebutuhan pokok tersebut menjadi simbol rasa syukur atas keberkahan dan kemakmuran yang dirasakan masyarakat Yogyakarta.
Rombongan kirab bergerak keluar dari halaman sekolah, menyusuri jalan kampung di sekitar wilayah Sukoharjo. Warga tampak antusias menyambut iring-iringan siswa yang berjalan tertib dan penuh semangat. Di beberapa titik, gunungan hasil bumi kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus simbol berbagi berkah.
Kegiatan berlangsung dengan pengamanan Polsek Ngaglik Polresta Sleman dan pengawasan para guru sehingga suasana tetap kondusif, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Dalam sambutannya sebelum kirab dimulai, Kepala SMA N 2 Ngaglik, Kristya Mintarja, S.Pd., M.Pd., S.T., menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi DIY bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi dan pembelajaran nilai-nilai luhur budaya.
“Kirab budaya ini adalah wujud rasa syukur kita atas usia ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran karakter bagi seluruh siswa. Kami ingin menanamkan nilai gotong royong, kebersamaan, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap budaya dan tradisi lokal,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa memahami bahwa budaya adalah identitas. Jika generasi muda tidak menjaga dan melestarikannya, maka nilai-nilai luhur tersebut bisa memudar. Oleh karena itu, SMA N 2 Ngaglik berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memperkuat karakter dan budaya,” tambahnya.
Apresiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman
Sementara itu, Kabaldik Kabupaten Sleman, Priyatna, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas inisiatif sekolah dalam mengemas peringatan Hari Jadi DIY dengan kegiatan edukatif dan partisipatif.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi contoh praktik baik (best practice) dalam mengintegrasikan pembelajaran budaya dengan penguatan profil pelajar Pancasila.
Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi
Penyelenggaraan kirab budaya ini dilatarbelakangi oleh rasa syukur atas bertambahnya usia Daerah Istimewa Yogyakarta yang ke-271, sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dengan melibatkan 758 siswa, delapan gunungan hasil bumi, serta dukungan penuh dari para guru dan masyarakat sekitar, SMA N 2 Ngaglik menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga warisan budaya daerah serta mempererat hubungan harmonis antara sekolah dan lingkungan.
Kirab budaya tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebudayaan tetap hidup dan tumbuh di kalangan generasi muda, sejalan dengan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penulis : Arie
Editor : Arie















