Bapas Yogyakarta Siapkan Implementasi Pidana Kerja Sosial, Gandeng Kemantren Mantrijeron dan Aparat Penegak Hukum

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bapas Yogyakarta Gandeng Kemantren Mantrijeron dan Aparat Penegak Hukum, sosialisasikan implementasikan kerja sosial

i

Bapas Yogyakarta Gandeng Kemantren Mantrijeron dan Aparat Penegak Hukum, sosialisasikan implementasikan kerja sosial

YOGYAKARTA – Pidana kerja sosial yang menjadi salah satu terobosan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru mulai dipersiapkan pelaksanaannya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggandeng Kemantren Mantrijeron, TNI, Polri, dan pemerintah kelurahan dalam sosialisasi serta koordinasi pelaksanaan pidana kerja sosial, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sri Tanjung Kemantren Mantrijeron itu dihadiri jajaran pemerintah kemantren, para lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta petugas Bapas Kelas I Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan difokuskan pada penyamaan persepsi dan kesiapan seluruh pihak dalam mendukung pelaksanaan pidana kerja sosial bagi klien pemasyarakatan anak maupun dewasa.

Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak (Kasi BKA) Bapas Kelas I Yogyakarta, Tomy Andi Anto, menjelaskan pidana kerja sosial merupakan bentuk pemidanaan alternatif yang dihadirkan KUHP baru untuk mengurangi ketergantungan terhadap pidana penjara sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial pelaku tindak pidana.

“Pidana kerja sosial adalah wujud pendekatan hukum modern yang mengedepankan pemulihan dan pelibatan aktif masyarakat. Karena itu, dukungan pemerintah wilayah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat menentukan keberhasilannya,” kata Tomy.

Dalam forum tersebut, Bapas memaparkan mekanisme pelaksanaan pidana kerja sosial, sistem pengawasan, hingga peran masing-masing instansi dalam mendukung pelaksanaannya di lapangan.

Baca Juga:  Reuni Alumni 'Kelana' Meriahkan Dies Natalis ke-36 STIKES Notokusumo Yogyakarta

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan tugas dan fungsi Bapas, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) dalam sistem pemasyarakatan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan sejumlah pertanyaan terkait petunjuk teknis pelaksanaan, mekanisme pengawasan terhadap klien yang tidak menjalankan kewajiban kerja sosial, optimalisasi peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas, hingga langkah penegakan hukum apabila terjadi pelanggaran selama masa pidana.

Tomy menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada Bapas sebagai pelaksana utama, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar proses pembinaan dapat berjalan maksimal dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Melalui pertemuan itu, sejumlah lokasi potensial di wilayah Kemantren Mantrijeron juga mulai diidentifikasi sebagai tempat pelaksanaan kerja sosial bagi klien pemasyarakatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan implementasi pidana kerja sosial yang diamanatkan dalam KUHP baru.

Dengan penguatan koordinasi lintas instansi, Bapas Kelas I Yogyakarta berharap penerapan pidana kerja sosial dapat berjalan efektif sekaligus mendukung terwujudnya sistem pemidanaan yang lebih humanis, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan sosial.

Penulis : Fajarista

Editor : Arie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel realitalima.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MODENA Tech School Hadir di Yogyakarta, Siapkan Lulusan SMKN 3 Yogyakarta Hadapi Dunia Kerja
40 Pegawai Bapas Yogyakarta Belajar Bahasa Isyarat untuk Perkuat Pelayanan Inklusif
Agung Pamula Ariyanto Raih Gelar Doktor UGM, Tawarkan Model Una Via untuk Penegakan Hukum Pajak
Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Sidoarum Edukasi Warga Nglarang agar Tak Bakar Sampah
SMKN 3 Yogyakarta Jajaki Peluang Kerja Konstruksi Jepang bagi Siswa
Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, Bapas Yogyakarta Gelar CoP Pidana Kerja Sosial dan Pengawasan
Modena Perkuat Pendidikan Vokasi, SMK Negeri 3 Yogyakarta Disiapkan Jadi Sekolah Mitra Teknik
Menteri Komdigi Uji Coba Program Perlindungan Sosial Digital di Sleman
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:45 WIB

MODENA Tech School Hadir di Yogyakarta, Siapkan Lulusan SMKN 3 Yogyakarta Hadapi Dunia Kerja

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:15 WIB

40 Pegawai Bapas Yogyakarta Belajar Bahasa Isyarat untuk Perkuat Pelayanan Inklusif

Rabu, 16 September 2026 - 19:11 WIB

Agung Pamula Ariyanto Raih Gelar Doktor UGM, Tawarkan Model Una Via untuk Penegakan Hukum Pajak

Rabu, 16 September 2026 - 13:07 WIB

Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Sidoarum Edukasi Warga Nglarang agar Tak Bakar Sampah

Selasa, 8 September 2026 - 15:23 WIB

SMKN 3 Yogyakarta Jajaki Peluang Kerja Konstruksi Jepang bagi Siswa

Berita Terbaru

Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono (tengah) menunjukkan barang bukti celurit yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut

Uncategorized

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:35 WIB

Petugas kepolisian saat memberikan teguran kepada pengendara motor

Hukum & Kriminal

Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Berikan 690 Teguran

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:11 WIB

Petugas Polsek Godean mengamankan minuman keras

Hukum & Kriminal

Polresta Sleman Sita 833 Botol Miras Selama Oktober, 272 Botol Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:07 WIB