YOGYAKARTA – Tim Taekwondo Indonesia (TI) Revolution Academy Sleman DIY berhasil menyumbangkan 30 medali pada ajang Kejuaraan International Gelora Taekwondo Indonesia yang digelar di GOR UNY, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 19-21 Juni 2026.
Manager Tim, Rizky Savira Kusuma W., mengatakan pada hari pertama, Jumat (19/6/2026), Revolution Academy berhasil meraih empat medali, terdiri dari dua medali perak dan dua medali perunggu.
Dua medali perak diraih oleh Muhammad Ammar Dirga Sulistyo yang menjadi Juara 2 Kyorugi Cadet O-45 Kg Male dari SDN Sorogenen I dan Jihan Makaila Wibawa yang meraih Juara 2 Kyorugi Junior U-52 Kg Female dari Tim Revolution.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara dua medali perunggu dipersembahkan oleh Alvaro Marchcleo Putra Riyadi, Juara 3 Kyorugi Pra Cadet C U-26 Kg Putra dari SDN Nanggulan, serta Muhammad Aydan Arya, Juara 3 Kyorugi Cadet U-45 Kg Putra dari SMPN 3 Depok.
Asisten Pelatih Tim TI Revolution Academy Sleman DIY, Arjun Uswatun, menambahkan pada hari kedua, Sabtu (20/6/2026), tim kembali menambah lima medali, terdiri dari dua medali perak dan tiga medali perunggu.
Dua medali perak diraih oleh Muhammad Fawwaz Anwar yang menjadi Juara 2 Poomsae Cadet Taeguk 2 Male dan Arsva Nathan Jaswinder Wibowo yang meraih Juara 2 Kyorugi Pra Cadet C U-33 Male dari MI Al Huda.
Sedangkan tiga medali perunggu diraih oleh Dhafin Julio Shakeil Alfarizky, Juara 3 Pra Cadet B U-42 Kg Putra dari MI Al Huda, Swatantri Girindra Wardhani, Juara 3 Kyorugi Pra Cadet C U-42 Female dari SDN Sorogenen I, serta Ghaziya Ainun Mahya, Juara 3 Kyorugi Pra Cadet C U-26 Female dari SDN Nogopuro.

Kejuaraan tersebut mempertandingkan cabang taekwondo di delapan arena dan diikuti lebih dari 3.000 atlet dari berbagai daerah di Indonesia serta lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Australia, Timor Leste, dan Brunei Darussalam.
Kepala Pelatih Revolution Academy, Arif YM, mengatakan pada hari ketiga, Minggu (21/6/2026), tim berhasil menambah 21 medali, termasuk tiga medali emas.
Tiga medali emas tersebut dipersembahkan oleh Muhammad Hafidin yang menjadi Juara 1 Kyorugi Senior U-58 Male dari SMKN 2 Depok, Fairuz Ghalia Athaillah yang meraih Juara 1 Poomsae Junior Taeguk 6 Female dari Revolution Sleman, serta Rahmania Putri Hapsari yang menjadi Juara 1 Kyorugi Senior U-67 Female dari SMKN 1 Depok.
Selain itu, sejumlah atlet juga menyumbangkan medali perak dan perunggu, di antaranya Rafanda Yuanita Putri, Anandita Sekar Roswidya Putri, Adzkiya Khonsa Nafi’ah, Rafika Cahya Rezkyani Aryanto, Risma Yeni Nur’aeni, Damyan Nur Ramdhan, dan atlet-atlet lainnya.
Menurut Arif, Muhammad Hafidin pada partai final berhasil mengalahkan atlet dari Tim UTDI. Sementara Fairuz Ghalia Athaillah mengalahkan atlet dari Tim Marunting Batu Aji, Kepulauan Riau, dan Rahmania Putri Hapsari menundukkan atlet dari Tim Taekwondo UGM.
“Para atlet sudah berjuang maksimal selama persiapan hingga pertandingan berlangsung,” ujar Arif.
Rizky Savira Kusuma W. menambahkan, selama tiga hari pertandingan, Revolution Academy mengirimkan 30 atlet yang turun di nomor Kyorugi dan Poomsae dengan total perolehan tiga medali emas, 11 medali perak, dan 16 medali perunggu.
Revolution Academy merupakan klub taekwondo berprestasi yang bermarkas di Maguwoharjo, Sleman, dan menaungi unit klub Revolution, SMKN 1 Depok, MAN 2 Sleman, MTSN 3 Sleman, serta MTSN 9 Sleman.
Dengan raihan tersebut, Arif menyebut Revolution Academy kembali mengukir tradisi meraih medali emas.
“Alhamdulillah, perolehan medali emas merupakan tradisi Tim Taekwondo Indonesia Revolution Academy Sleman DIY yang kembali terukir berkat perjuangan para pelatih dan atlet,” tegasnya.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengharumkan nama Revolution Academy serta Daerah Istimewa Yogyakarta di ajang-ajang berikutnya.
Penulis : Fajarista
Editor : Arie















