SLEMAN, Realitalima.com – Bulan suci Ramadan dimaknai sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat berprestasi oleh Revolution Academy DIY.
Melalui kegiatan sarasehan dan buka puasa bersama, para atlet taekwondo, pelatih, serta sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah dan tokoh masyarakat berkumpul dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Di tengah ibadah puasa, para atlet tetap menunjukkan komitmen berlatih secara disiplin. Bagi mereka, Ramadan bukan penghalang untuk bergerak dan mengasah kemampuan, melainkan waktu untuk melatih kesabaran, konsistensi, dan ketahanan mental.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang digelar di Sleman tersebut dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman Drs. Agung Armawanta, M.T., Plt.
Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Sumber Daya Olahraga Bidang Pembinaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman Indra Ade Permana, S.IP., Ketua Umum Pengda TI DIY periode 2021–2025 Ir. Rudy Koeshardiyanto.
Pengasuh PP Al Munawwir Krapyak PP Al Munawwir Krapyak Gus Faiq Muhammad, M.Hum., Master Taekwondo sekaligus Pelatih Utama Palapa Taekwondo DIY Ignatius Sutopo, serta Wakil Kepala Kesiswaan SMKN 1 Depok Zaki Gufron, S.Pd.I.
Kehadiran para tamu undangan tersebut menegaskan dukungan pemerintah terhadap pembinaan olahraga bela diri, khususnya taekwondo di Sleman dan DIY.

Dalam sambutannya, Danang Maharsa menyampaikan apresiasi atas dedikasi para atlet yang tetap disiplin berlatih selama Ramadan. Ia menegaskan bahwa pembinaan fisik melalui taekwondo tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.
“Melalui latihan yang konsisten, anak-anak tidak hanya menjadi atlet berprestasi, tetapi juga tumbuh dengan karakter disiplin, tangguh, dan sehat,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para atlet untuk terus berlatih dengan sungguh-sungguh, menghormati pelatih dan orang tua, serta menjadikan setiap proses latihan sebagai bagian dari pembentukan diri.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pengda TI DIY periode 2021–2025, Rudy Koeshardiyanto, menyebut sarasehan Ramadan menjadi ruang dialog antara pengurus, pelatih, dan pemerintah guna menyelaraskan visi menuju prestasi yang lebih tinggi.
Ia mengingatkan para atlet agar tetap rendah hati saat meraih kemenangan.
“Prestasi harus diiringi sikap rendah hati dan semangat untuk terus belajar,” katanya.
Sementara itu, Master Ignatius Sutopo menekankan pentingnya disiplin dan konsistensi dalam berlatih. Menurutnya, prestasi tidak dapat diraih secara instan.
“Prestasi atlet taekwondo tidak bisa digapai dengan mudah. Dibutuhkan proses panjang, disiplin, dan latihan minimal lima kali dalam seminggu. Jika hanya dua atau tiga kali, hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya di hadapan para atlet.
Menjelang waktu berbuka, Gus Faiq Muhammad menyampaikan tausiyah singkat. Ia menuturkan bahwa menjaga kebugaran fisik melalui olahraga merupakan bagian dari mensyukuri nikmat kesehatan.
Ia juga mengaitkan nilai puasa dengan bela diri sebagai bentuk pengendalian diri dan perjuangan melawan hawa nafsu.
Acara buka puasa bersama dipimpin Gus Faiq dengan doa bersama, dilanjutkan dengan ramah tamah antara atlet, pelatih, dan tamu undangan.
Pelatih Utama Revolution Academy DIY, Sabem Yudi Arifin, menilai kegiatan ini menjadi penyegar di tengah padatnya agenda kompetisi. Menurutnya, pertemuan langsung dengan unsur pemerintah memberikan motivasi tambahan bagi para atlet dan pengurus.
“Kegiatan ini menjadi suntikan semangat untuk terus mengembangkan Revolution Academy DIY agar mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Sarasehan dan buka bersama tersebut ditutup dengan harapan agar dukungan pemerintah dan pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan atlet-atlet taekwondo berprestasi, sekaligus membangun generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing tinggi.
Penulis : Fajarista















