40 Pegawai Bapas Yogyakarta Belajar Bahasa Isyarat untuk Perkuat Pelayanan Inklusif

- Penulis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pegawai Bapas Yogyakarta saat mengikuti pelatihan

i

Pegawai Bapas Yogyakarta saat mengikuti pelatihan

YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta terus meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih ramah dan inklusif. Sebanyak 40 pegawai mengikuti pelatihan bahasa isyarat di Griya Abhipraya Purbonegoro, Yogyakarta, Kamis (1/10/2026).

Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Galih Rakasiwi, mengatakan pelatihan tersebut digelar untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas Tuli.

“Pelayanan publik harus dapat diakses oleh semua masyarakat. Karena itu, kemampuan berkomunikasi dengan bahasa isyarat menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki pegawai,” kata Galih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelatihan menghadirkan Pusat Layanan Disabilitas (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Guru Tuli, Oricho Delaokta, menjadi pemateri utama, didampingi Akris Annisaul F. dan Muhammad Rifky K. sebagai fasilitator.

Suasana pelatihan bahaya inklusif

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya belajar bahasa isyarat, tetapi juga mendapat pemahaman mengenai budaya Teman Tuli dan Teman Dengar. Peserta diperkenalkan dengan perbedaan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) dan BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia).

Untuk mendukung pelayanan sehari-hari, pegawai berlatih abjad jari A-Z serta sejumlah kosakata dasar. Materi yang diberikan antara lain perkenalan, kata tanya, kata ganti dan berbagai ungkapan yang umum digunakan dalam komunikasi.

Baca Juga:  Kapolsek Mlati Kumpulkan Ratusan Pelajar SMP dan SMA Deklarasikan Tolak Kekerasan

Materi kemudian disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di lingkungan Bapas. Peserta mempelajari bahasa isyarat untuk sejumlah wilayah di DIY, yakni Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulon Progo.

Para pegawai juga mempraktikkan berbagai ungkapan yang dibutuhkan saat melayani masyarakat. Mulai dari mengucapkan selamat datang, mempersilakan duduk, menanyakan keperluan, hingga memberikan informasi mengenai antrean dan kondisi ruang pelayanan.

Menurut Galih, kehadiran guru Tuli memberikan pengalaman langsung kepada pegawai dalam mempelajari bahasa isyarat dari penutur yang menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Peserta bisa memahami sekaligus mempraktikkan gerakan secara lebih tepat. Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari,” ujarnya.

Galih berharap kemampuan tersebut dapat membantu menghilangkan hambatan komunikasi antara petugas dan masyarakat yang membutuhkan layanan Bapas.

“Kami berharap tidak ada masyarakat yang terkendala dalam berkomunikasi ketika membutuhkan layanan Bapas,” katanya.

Kegiatan berlangsung interaktif. Pada akhir pelatihan, peserta mengikuti simulasi pelayanan publik menggunakan bahasa isyarat secara mandiri. Antusiasme peserta terlihat saat mengikuti materi maupun praktik yang diberikan.

Penulis : Fajarista

Editor : Arie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel realitalima.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MODENA Tech School Hadir di Yogyakarta, Siapkan Lulusan SMKN 3 Yogyakarta Hadapi Dunia Kerja
Agung Pamula Ariyanto Raih Gelar Doktor UGM, Tawarkan Model Una Via untuk Penegakan Hukum Pajak
Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Sidoarum Edukasi Warga Nglarang agar Tak Bakar Sampah
SMKN 3 Yogyakarta Jajaki Peluang Kerja Konstruksi Jepang bagi Siswa
Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, Bapas Yogyakarta Gelar CoP Pidana Kerja Sosial dan Pengawasan
Modena Perkuat Pendidikan Vokasi, SMK Negeri 3 Yogyakarta Disiapkan Jadi Sekolah Mitra Teknik
Menteri Komdigi Uji Coba Program Perlindungan Sosial Digital di Sleman
Bapas-PN Yogyakarta Matangkan Skema Pidana Kerja Sosial dan Pengawasan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:45 WIB

MODENA Tech School Hadir di Yogyakarta, Siapkan Lulusan SMKN 3 Yogyakarta Hadapi Dunia Kerja

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:15 WIB

40 Pegawai Bapas Yogyakarta Belajar Bahasa Isyarat untuk Perkuat Pelayanan Inklusif

Rabu, 16 September 2026 - 19:11 WIB

Agung Pamula Ariyanto Raih Gelar Doktor UGM, Tawarkan Model Una Via untuk Penegakan Hukum Pajak

Rabu, 16 September 2026 - 13:07 WIB

Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Sidoarum Edukasi Warga Nglarang agar Tak Bakar Sampah

Selasa, 8 September 2026 - 15:23 WIB

SMKN 3 Yogyakarta Jajaki Peluang Kerja Konstruksi Jepang bagi Siswa

Berita Terbaru

Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono (tengah) menunjukkan barang bukti celurit yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut

Uncategorized

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:35 WIB

Petugas kepolisian saat memberikan teguran kepada pengendara motor

Hukum & Kriminal

Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Berikan 690 Teguran

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:11 WIB

Petugas Polsek Godean mengamankan minuman keras

Hukum & Kriminal

Polresta Sleman Sita 833 Botol Miras Selama Oktober, 272 Botol Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:07 WIB