Kapolsek Mlati Kumpulkan Ratusan Pelajar SMP dan SMA Deklarasikan Tolak Kekerasan

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Mlati saat memberikan pembinaan terhadap pelajar SMP dan SMA se-Kapanewon Mlati

i

Kapolsek Mlati saat memberikan pembinaan terhadap pelajar SMP dan SMA se-Kapanewon Mlati

SLEMAN – Ratusan pelajar SMP dan SMA se-Kapanewon Mlati mendeklarasikan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta paham radikalisme.

Deklarasi tersebut menjadi penutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 yang digelar di Lapangan Getas, Mlati, Sabtu (18/7).

Kegiatan yang diinisiasi Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono, S.Sos., M.Si., itu dihadiri Panewu Mlati Dyah Purwanti, S.Sos., M.I.P., Danramil Mlati, jajaran Forkopimka Kapanewon Mlati, para kepala sekolah, guru, serta ratusan pelajar. Kapolsek Mlati hadir didampingi Kanit Reskrim Polsek Mlati AKP Farid M. Noor, S.H.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kompol Edi Mulyono mengatakan deklarasi tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan maraknya aksi kekerasan jalanan dan kenakalan remaja yang melibatkan pelajar.

 

“Masih banyak terjadi aksi kekerasan dan kejahatan jalanan yang melibatkan anak-anak kita. Karena itu, pada akhir kegiatan MPLS kami mengumpulkan seluruh pelajar untuk membuat komitmen bersama menolak kekerasan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, maupun paham radikalisme,” ujarnya.

Menurutnya, penanaman nilai-nilai positif sejak dini sangat penting agar para pelajar memahami bahwa kekerasan bukanlah solusi ataupun simbol keberanian.

“Kehebatan seorang pelajar bukan diukur dari seberapa keras tangannya memukul orang lain, tetapi dari seberapa besar prestasi yang mampu diraih. Kami ingin anak-anak menyadari bahwa kekerasan hanya akan merugikan masa depan mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, deklarasi tersebut menjadi langkah awal yang akan ditindaklanjuti dengan pembinaan dan koordinasi berkelanjutan bersama pihak sekolah.

Baca Juga:  Dinilai Sosok Ideal: Ansor Ajak AKP Yulianto Jadi Pembicara

“Ke depan kami akan terus bersinergi dengan sekolah agar potensi kekerasan maupun kejahatan jalanan yang melibatkan pelajar dapat dicegah sedini mungkin,” katanya.

Sementara itu, Panewu Mlati Dyah Purwanti mengapresiasi inisiatif Polsek Mlati bersama Forkopimka dalam menggelar deklarasi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Tujuannya agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman, tanpa kekerasan, tanpa perundungan, tanpa miras, tanpa narkoba, sehingga mereka dapat meraih prestasi,” ujarnya.

Dyah berharap deklarasi serupa dapat menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai upaya bersama menekan kenakalan remaja.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah nyata agar anak-anak tidak menjadi pelaku maupun korban kekerasan, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Harapan kami, kasus kenakalan remaja, narkoba, radikalisme, maupun kekerasan terhadap anak dapat terus ditekan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, para pelajar membacakan ikrar yang memuat lima komitmen, yaitu belajar dengan sungguh-sungguh dan berakhlak mulia.

Menolak perundungan, kekerasan, serta penyalahgunaan narkoba, menjunjung tinggi sikap saling menghormati, mewujudkan sekolah ramah anak, serta menolak paham radikalisme dan intoleransi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan deklarasi oleh para pelajar, unsur Forkopimka, dan seluruh pihak yang hadir sebagai simbol komitmen bersama mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan bebas dari kekerasan.

Penulis : Fajarista

Editor : Arie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel realitalima.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati
MODENA Tech School Hadir di Yogyakarta, Siapkan Lulusan SMKN 3 Yogyakarta Hadapi Dunia Kerja
40 Pegawai Bapas Yogyakarta Belajar Bahasa Isyarat untuk Perkuat Pelayanan Inklusif
Agung Pamula Ariyanto Raih Gelar Doktor UGM, Tawarkan Model Una Via untuk Penegakan Hukum Pajak
Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Sidoarum Edukasi Warga Nglarang agar Tak Bakar Sampah
SMKN 3 Yogyakarta Jajaki Peluang Kerja Konstruksi Jepang bagi Siswa
Tingkatkan Profesionalisme Pegawai, Bapas Yogyakarta Gelar CoP Pidana Kerja Sosial dan Pengawasan
Modena Perkuat Pendidikan Vokasi, SMK Negeri 3 Yogyakarta Disiapkan Jadi Sekolah Mitra Teknik
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:35 WIB

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:45 WIB

MODENA Tech School Hadir di Yogyakarta, Siapkan Lulusan SMKN 3 Yogyakarta Hadapi Dunia Kerja

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:15 WIB

40 Pegawai Bapas Yogyakarta Belajar Bahasa Isyarat untuk Perkuat Pelayanan Inklusif

Rabu, 16 September 2026 - 19:11 WIB

Agung Pamula Ariyanto Raih Gelar Doktor UGM, Tawarkan Model Una Via untuk Penegakan Hukum Pajak

Rabu, 16 September 2026 - 13:07 WIB

Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Sidoarum Edukasi Warga Nglarang agar Tak Bakar Sampah

Berita Terbaru

Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono (tengah) menunjukkan barang bukti celurit yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut

Uncategorized

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:35 WIB

Petugas kepolisian saat memberikan teguran kepada pengendara motor

Hukum & Kriminal

Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Berikan 690 Teguran

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:11 WIB

Petugas Polsek Godean mengamankan minuman keras

Hukum & Kriminal

Polresta Sleman Sita 833 Botol Miras Selama Oktober, 272 Botol Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:07 WIB