SLEMAN – Ratusan pelajar SMP dan SMA se-Kapanewon Mlati mendeklarasikan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta paham radikalisme.
Deklarasi tersebut menjadi penutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 yang digelar di Lapangan Getas, Mlati, Sabtu (18/7).
Kegiatan yang diinisiasi Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono, S.Sos., M.Si., itu dihadiri Panewu Mlati Dyah Purwanti, S.Sos., M.I.P., Danramil Mlati, jajaran Forkopimka Kapanewon Mlati, para kepala sekolah, guru, serta ratusan pelajar. Kapolsek Mlati hadir didampingi Kanit Reskrim Polsek Mlati AKP Farid M. Noor, S.H.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kompol Edi Mulyono mengatakan deklarasi tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan maraknya aksi kekerasan jalanan dan kenakalan remaja yang melibatkan pelajar.
“Masih banyak terjadi aksi kekerasan dan kejahatan jalanan yang melibatkan anak-anak kita. Karena itu, pada akhir kegiatan MPLS kami mengumpulkan seluruh pelajar untuk membuat komitmen bersama menolak kekerasan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, maupun paham radikalisme,” ujarnya.
Menurutnya, penanaman nilai-nilai positif sejak dini sangat penting agar para pelajar memahami bahwa kekerasan bukanlah solusi ataupun simbol keberanian.
“Kehebatan seorang pelajar bukan diukur dari seberapa keras tangannya memukul orang lain, tetapi dari seberapa besar prestasi yang mampu diraih. Kami ingin anak-anak menyadari bahwa kekerasan hanya akan merugikan masa depan mereka,” tegasnya.
Ia menambahkan, deklarasi tersebut menjadi langkah awal yang akan ditindaklanjuti dengan pembinaan dan koordinasi berkelanjutan bersama pihak sekolah.
“Ke depan kami akan terus bersinergi dengan sekolah agar potensi kekerasan maupun kejahatan jalanan yang melibatkan pelajar dapat dicegah sedini mungkin,” katanya.
Sementara itu, Panewu Mlati Dyah Purwanti mengapresiasi inisiatif Polsek Mlati bersama Forkopimka dalam menggelar deklarasi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Tujuannya agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman, tanpa kekerasan, tanpa perundungan, tanpa miras, tanpa narkoba, sehingga mereka dapat meraih prestasi,” ujarnya.
Dyah berharap deklarasi serupa dapat menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai upaya bersama menekan kenakalan remaja.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah nyata agar anak-anak tidak menjadi pelaku maupun korban kekerasan, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Harapan kami, kasus kenakalan remaja, narkoba, radikalisme, maupun kekerasan terhadap anak dapat terus ditekan,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, para pelajar membacakan ikrar yang memuat lima komitmen, yaitu belajar dengan sungguh-sungguh dan berakhlak mulia.
Menolak perundungan, kekerasan, serta penyalahgunaan narkoba, menjunjung tinggi sikap saling menghormati, mewujudkan sekolah ramah anak, serta menolak paham radikalisme dan intoleransi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan deklarasi oleh para pelajar, unsur Forkopimka, dan seluruh pihak yang hadir sebagai simbol komitmen bersama mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan bebas dari kekerasan.
Penulis : Fajarista
Editor : Arie















