Dinilai Sosok Ideal: Ansor Ajak AKP Yulianto Jadi Pembicara

- Penulis

Minggu, 15 Februari 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto - Realitalima.com 
Sebanyak 200 instruktur dan pelatih Banser dari seluruh Indonesia mengikuti pembekalan

i

Foto - Realitalima.com Sebanyak 200 instruktur dan pelatih Banser dari seluruh Indonesia mengikuti pembekalan

BANTUL, Realitalima.com – Keberhasilan komunikasi publik yang dibangun Barisan Ansor Serbaguna (Barisan Ansor Serbaguna/Banser) ditegaskan harus bermuara pada penguatan cinta tanah air, pengamalan Pancasila, kerukunan, serta penghormatan atas keberagaman dan perbedaan.

Komunikasi yang sehat juga dituntut mendorong keterlibatan aktif kader dalam penyelesaian persoalan sosial masyarakat, termasuk penanggulangan bencana.

Penegasan tersebut menjadi kesimpulan utama dalam pembekalan bertema “BIJAK, MAWAS, dan WAJIB” pada Latihan Instruktur & Kursus Pelatih II yang diselenggarakan Gerakan Pemuda Ansor di SPN Polda DIY, Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri sekitar 6.000 anggota Banser pada Sabtu (14/2/2026). Sementara itu, pembekalan diikuti 200 instruktur dan pelatih Banser dari seluruh Indonesia.

Dua narasumber dihadirkan dalam sesi tersebut. Pertama, Konsultan Komunikasi Publik AM Putut Prabantoro, pendiri sekaligus penasihat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI). Kedua, peraih anugerah kemanusiaan Riyanto Award, Yulianto.

Acara dimoderatori oleh Hermawanto, tokoh GP Ansor dari Malang.
Riyanto Award sendiri merupakan penghargaan kemanusiaan dari GP Ansor bagi individu atau kelompok yang berdedikasi tinggi menjaga toleransi, keberagaman, dan keamanan antarumat beragama.

Penghargaan ini mengenang sosok Riyanto, anggota Banser yang gugur saat bertugas mengamankan Misa Natal di Gereja Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur, pada malam Natal 24 Desember 2000, setelah memeluk bom demi menyelamatkan ratusan jemaat.

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin menilai AKP Yulianto sebagai contoh ideal keberhasilan komunikasi akar rumput. Menurutnya, Yulianto mampu menghimpun berbagai komponen masyarakat lintas agama dan kelompok menjadi sebuah sinergi yang solid.

Baca Juga:  Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
AM Putut Prabantoro memberikan materi saat dilat banser

Dalam paparannya, Putut Prabantoro menekankan bahwa komunikasi publik di era saat ini kian menantang. Karena itu, kader Banser harus berpegang pada prinsip BMW—Bijak, Mawas, dan Wajib.

“Bijak berarti selektif dalam memilih kata, baik saat berkomunikasi langsung maupun di ruang digital. Mawas adalah kewaspadaan terhadap ancaman komunikasi—mulut saat verbal dan jari saat digital. Sedangkan Wajib merujuk pada kepatuhan terhadap aturan tertulis maupun tidak tertulis,” jelasnya.

Putut mengingatkan, ketersinggungan akibat kegagalan komunikasi dapat berujung pada persoalan hukum.

Ia juga menambahkan, kegagalan komunikasi dapat dipicu oleh faktor komunikator, media yang dipilih, lingkungan yang tidak kondusif, maupun konten yang disampaikan.

Indikator keberhasilan komunikasi para pelatih dan instruktur adalah ketika kader Banser memahami perintah, ajakan, serta menunjukkan loyalitas pada pimpinan dan organisasi.

AKP Yulianto saat menyampaikan materi

Sementara itu, AKP Yulianto membagikan pengalamannya membangun komunikasi dan sinergi di tingkat kapanewon. Menurutnya, inti keberhasilan komunikasi akar rumput adalah sinergi seluruh komponen masyarakat.

“Sinergi harus dilandasi cinta pada bumi yang dipijak, penghormatan terhadap keberagaman agama dan kelompok, penguatan budaya lokal, serta gotong royong. Semakin sering bertemu dan berkomunikasi, kekakuan mencair dan salah paham hilang,” ujarnya.

Ia menegaskan, proses tersebut membutuhkan energi, waktu, dan ketulusan semua elemen. Wilayah Ngaglik, tempatnya bertugas sebelumnya, merupakan miniatur Indonesia dengan keragaman suku, ekonomi, dan rumah ibadah.

“Kerja bareng pemuda lintas suku dan agama menjadi titik awal. Dengan Pancasila sebagai dasar, kerjasama—termasuk antara kepolisian dan Banser—memudahkan terwujudnya wilayah yang aman, damai, dan rukun. Mimpi menjadikan Ngaglik sebagai rumah bersama itulah motivasi utama kami,” pungkasnya.

Penulis : Fajarista

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel realitalima.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati
Yayasan Al Dzikro Gelar Pengajian Akbar Peringati Milad ke-29
Jumat Keliling, Kapolsek Gedongtengen Serap Aspirasi Warga
REALITALIMA Gandeng Tiga Tokoh Pemuda Jogja Rawat Harmoni dan Kebhinekaan
Kapolsek Mlati Kumpulkan Ratusan Pelajar SMP dan SMA Deklarasikan Tolak Kekerasan
Forum PAK SIJI DIY Dorong Pendidikan Antikorupsi Jadi Budaya Integritas di Kampus
Musim Haji Dongkrak Permintaan Riyal, Ketua APVA DIY Soroti Usaha Valas Ilegal
Berita ini 46 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:35 WIB

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Yayasan Al Dzikro Gelar Pengajian Akbar Peringati Milad ke-29

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Jumat Keliling, Kapolsek Gedongtengen Serap Aspirasi Warga

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:01 WIB

REALITALIMA Gandeng Tiga Tokoh Pemuda Jogja Rawat Harmoni dan Kebhinekaan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:17 WIB

Kapolsek Mlati Kumpulkan Ratusan Pelajar SMP dan SMA Deklarasikan Tolak Kekerasan

Berita Terbaru

Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono (tengah) menunjukkan barang bukti celurit yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut

Uncategorized

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:35 WIB

Petugas kepolisian saat memberikan teguran kepada pengendara motor

Hukum & Kriminal

Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Berikan 690 Teguran

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:11 WIB

Petugas Polsek Godean mengamankan minuman keras

Hukum & Kriminal

Polresta Sleman Sita 833 Botol Miras Selama Oktober, 272 Botol Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:07 WIB