Musim Haji Dongkrak Permintaan Riyal, Ketua APVA DIY Soroti Usaha Valas Ilegal

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT Andalan Money Changer, Ir Intan Pranandari S.Si IPM

i

Direktur Utama PT Andalan Money Changer, Ir Intan Pranandari S.Si IPM

SLEMAN – Ketua DPD Afiliasi Pedagang Valuta Asing (APVA) DIY periode 2026-2030, Ir Intan Pranandari S.Si IPM, menyoroti masih maraknya praktik money changer tanpa izin resmi di Yogyakarta di tengah meningkatnya permintaan uang Riyal selama musim haji 2026.

Menurut Intan, tingginya kebutuhan valuta asing, khususnya Riyal Arab Saudi, harus diimbangi dengan tata kelola usaha penukaran uang yang legal dan sesuai regulasi Bank Indonesia.

“Money changer wajib memiliki izin resmi dari Bank Indonesia. Jika beroperasi tanpa izin, maka dapat dikategorikan ilegal dan melanggar regulasi,” tegas Intan saat ditemui di Andalan Money Changer.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, seluruh pelaku usaha penukaran valuta asing resmi berada di bawah pengawasan Bank Indonesia, mulai dari perizinan, sistem pelaporan, audit, hingga tata kelola transaksi.

Karena itu, pihaknya meminta pelaku usaha money changer yang belum berizin segera mengurus legalitas usaha mereka.

“Kami di bawah pengawasan langsung Bank Indonesia. Semua ada aturan dan auditnya. Jadi kalau ada money changer yang tidak memiliki izin, seharusnya bisa ditindak sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Intan mengatakan, APVA DIY akan mendorong penguatan profesionalisme dan kepatuhan seluruh anggota terhadap Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/20/PBI/2016 tentang KUPVA BB.

Baca Juga:  Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Selain persoalan legalitas, Intan menyebut musim haji tahun ini juga memicu lonjakan permintaan uang Riyal di Yogyakarta. Hal itu dipengaruhi tingginya jumlah jamaah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta.

“Setiap hari ada sekitar 300 jamaah yang diberangkatkan. Sebelum berangkat mereka mencari uang Riyal untuk kebutuhan selama di Tanah Suci,” katanya.

Ia menyebut kebutuhan penukaran Riyal meningkat hingga 50 sampai 100 persen dibandingkan hari biasa. Para calon jamaah rata-rata membeli uang saku mulai Rp2 juta hingga puluhan juta rupiah untuk kebutuhan konsumsi, sedekah, dan oleh-oleh.

Selain Riyal, mata uang asing yang paling banyak ditukar masyarakat yakni USD, SGD, Ringgit Malaysia, Yuan China, dan Yen Jepang. Namun, kenaikan kurs USD dan SGD belakangan ini turut mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap valuta asing.

“Kenaikan kurs cukup berdampak terhadap transaksi valuta asing, terutama untuk kebutuhan bisnis, pendidikan luar negeri, hingga pembayaran ibadah haji,” jelasnya.

Intan yang juga Direktur Utama PT Andalan Money Changer menegaskan, pihaknya menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC) untuk memastikan keamanan dan legalitas setiap transaksi pelanggan.

“Harapan kami industri money changer di DIY semakin tertib, profesional, dan seluruh pelaku usaha mematuhi aturan Bank Indonesia,” tandasnya.

Penulis : Fajarista

Editor : Fajarista

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel realitalima.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati
Kapolsek Mlati Kumpulkan Ratusan Pelajar SMP dan SMA Deklarasikan Tolak Kekerasan
Forum PAK SIJI DIY Dorong Pendidikan Antikorupsi Jadi Budaya Integritas di Kampus
Peringatan HUT Satpol PP, Linmas dan Damkar di Ngaglik Jadi Momentum Penguatan Sinergi dan Disiplin Birokrasi
Ramadhan 1447 H, Masjid Suciati Saliman Usung Semangat Tumbuh dan Berdampak untuk Sesama
Dari Ladang ke Lembaran Kain: KWT Manunggal Roso 5758 Drono Kembangkan Batik Ecoprint untuk Dongkrak Ekonomi Desa
Dinilai Sosok Ideal: Ansor Ajak AKP Yulianto Jadi Pembicara
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:35 WIB

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:17 WIB

Kapolsek Mlati Kumpulkan Ratusan Pelajar SMP dan SMA Deklarasikan Tolak Kekerasan

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:05 WIB

Forum PAK SIJI DIY Dorong Pendidikan Antikorupsi Jadi Budaya Integritas di Kampus

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:35 WIB

Musim Haji Dongkrak Permintaan Riyal, Ketua APVA DIY Soroti Usaha Valas Ilegal

Senin, 4 Mei 2026 - 11:46 WIB

Berita Terbaru

Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono (tengah) menunjukkan barang bukti celurit yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut

Uncategorized

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:35 WIB

Petugas kepolisian saat memberikan teguran kepada pengendara motor

Hukum & Kriminal

Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Berikan 690 Teguran

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:11 WIB

Petugas Polsek Godean mengamankan minuman keras

Hukum & Kriminal

Polresta Sleman Sita 833 Botol Miras Selama Oktober, 272 Botol Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:07 WIB