Ramadhan 1447 H, Masjid Suciati Saliman Usung Semangat Tumbuh dan Berdampak untuk Sesama

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana kajian di Masjid Masjid Suciati Saliman

i

Suasana kajian di Masjid Masjid Suciati Saliman

SLEMAN, Realitalima.com – Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan perjalanan spiritual untuk kembali menjadi manusia yang bermanfaat.

Semangat inilah yang diusung Masjid Suciati Saliman (MSS) dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriah melalui tema besar: “Tumbuh secara Personal, Berdampak secara Sosial.”

Tema tersebut terinspirasi dari filosofi hidup pendiri masjid, Hj. Suciati Saliman, yang dikenal dengan pesan “Urip Iku Urup” — hidup harus menyala dan memberi cahaya kebaikan bagi sekitar. Melalui tagar #MerayakanKemanfaatan, MSS mengajak jamaah menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan, tidak hanya memperkuat kesalehan pribadi, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan Sekadar Ibadah di Atas Sajadah

Sepanjang Ramadhan tahun ini, MSS menghadirkan sejumlah program yang dirancang untuk mendorong jamaah bertumbuh secara spiritual sekaligus sosial.

Program Tadabur Senja menjadi ruang belajar harian menjelang berbuka puasa. Kegiatan ngabuburit ini tidak hanya membahas persoalan ibadah, tetapi juga kesehatan jiwa dan peran muslim dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat.

Selain itu, hadir Tadabur Senja Spesial Keluarga setiap akhir pekan, yang menjadi wadah bagi orang tua dan anak untuk belajar dan bertumbuh bersama dalam suasana hangat dan inspiratif.

Suasana buka puasa di Masjid Suciati Saliman

Bagi generasi muda, MSS menggelar Supercamp Ramadhan dan Pesantren Anak sebagai sarana menanamkan nilai empati dan kepedulian sejak dini. Sementara pada 10 malam terakhir, jamaah diajak memaksimalkan ibadah melalui program iktikaf, sebagai momen refleksi dan perbaikan diri di penghujung Ramadhan.

Sahur dan Buka Puasa Tanpa Jejak Sampah

Kegiatan sahur dan buka puasa bersama menjadi salah satu momen paling dinantikan di Masjid Suciati Saliman. Selama Ramadhan, MSS menyediakan 9.000 porsi sahur dan 15.000 porsi buka puasa secara gratis bagi jamaah dan musafir.

Baca Juga:  Kapolsek Mlati Kumpulkan Ratusan Pelajar SMP dan SMA Deklarasikan Tolak Kekerasan

Hidangan sahur tersedia mulai pukul 03.00 WIB dan terbuka untuk umum. Sementara untuk berbuka, jamaah dapat mengikuti Tadabur Senja pukul 16.45 WIB sebelum menikmati santapan bersama.

Dalam penyediaan menu, MSS mendapat dukungan dari Hato, produk frozen food dari PT Sera Food Indonesia.

Tak hanya fokus pada layanan konsumsi, MSS juga mengusung gerakan “Masjid Peduli Bumi.” Program ini mendorong pengurangan sampah plastik dengan menggunakan perlengkapan makan dan minum permanen, bukan sekali pakai.

“Kami ingin kegiatan sahur dan buka puasa yang dinikmati jamaah di sini dapat menyatukan ukhuwah sekaligus menggugah kepedulian antar sesama dan juga terhadap lingkungan,” ujar M. Nur Affandi, Ketua Takmir MSS.

Ia menambahkan, pihaknya membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi melalui donasi sahur dan buka puasa. “Ini bisa menjadi cara sederhana agar kemanfaatan dapat dirasakan bersama-sama,” imbuhnya.

Arsitektur Ikonik dan Semangat Inklusif

Berlokasi di Jalan Gito-Gati, Sleman, Yogyakarta, Masjid Suciati Saliman memiliki arsitektur yang terinspirasi dari Masjid Nabawi, dengan perpaduan gaya Timur Tengah dan Jawa yang khas dan filosofis.

Dengan semangat “Urip Iku Urup,” Masjid Suciati Saliman terus berkomitmen menjadi pusat dakwah yang membumi, inklusif, dan merangkul semua kalangan, menghadirkan Ramadhan yang tak hanya khusyuk secara pribadi, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.

Penulis : Fajarista

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel realitalima.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati
Kapolsek Mlati Kumpulkan Ratusan Pelajar SMP dan SMA Deklarasikan Tolak Kekerasan
Forum PAK SIJI DIY Dorong Pendidikan Antikorupsi Jadi Budaya Integritas di Kampus
Musim Haji Dongkrak Permintaan Riyal, Ketua APVA DIY Soroti Usaha Valas Ilegal
Peringatan HUT Satpol PP, Linmas dan Damkar di Ngaglik Jadi Momentum Penguatan Sinergi dan Disiplin Birokrasi
Dari Ladang ke Lembaran Kain: KWT Manunggal Roso 5758 Drono Kembangkan Batik Ecoprint untuk Dongkrak Ekonomi Desa
Dinilai Sosok Ideal: Ansor Ajak AKP Yulianto Jadi Pembicara
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:35 WIB

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:17 WIB

Kapolsek Mlati Kumpulkan Ratusan Pelajar SMP dan SMA Deklarasikan Tolak Kekerasan

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:05 WIB

Forum PAK SIJI DIY Dorong Pendidikan Antikorupsi Jadi Budaya Integritas di Kampus

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:35 WIB

Musim Haji Dongkrak Permintaan Riyal, Ketua APVA DIY Soroti Usaha Valas Ilegal

Senin, 4 Mei 2026 - 11:46 WIB

Berita Terbaru

Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono (tengah) menunjukkan barang bukti celurit yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut

Uncategorized

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:35 WIB

Petugas kepolisian saat memberikan teguran kepada pengendara motor

Hukum & Kriminal

Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Berikan 690 Teguran

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:11 WIB

Petugas Polsek Godean mengamankan minuman keras

Hukum & Kriminal

Polresta Sleman Sita 833 Botol Miras Selama Oktober, 272 Botol Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:07 WIB