Forum PAK SIJI DIY Dorong Pendidikan Antikorupsi Jadi Budaya Integritas di Kampus

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar pendidikan anti korupsi di Yogyakarta

i

Seminar pendidikan anti korupsi di Yogyakarta

YOGYAKARTA – Forum Pendidikan Antikorupsi Sinergi Jogja Istimewa (PAK SIJI) DIY mendorong pendidikan antikorupsi tidak hanya menjadi materi pembelajaran, tetapi juga tumbuh sebagai budaya integritas di lingkungan perguruan tinggi.

Upaya tersebut ditegaskan dalam seminar bertajuk “Dari Diskusi ke Aksi: Merencanakan Bersama Program Pendidikan Antikorupsi sebagai Pondasi Integritas” yang digelar di Gedung Rektorat ISI Yogyakarta dan secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (20/5/2026).

Seminar yang diikuti sekitar 250 peserta itu merupakan kolaborasi antara Perpaksinas, ISI Yogyakarta, Forum PAK SIJI DIY, Inspektorat DIY, dan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) guna memperkuat implementasi pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Forum PAK SIJI DIY, Dr. Totok Suharto, ST., M.Si., menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus diwujudkan melalui langkah nyata, salah satunya lewat pendidikan.

“Pendidikan antikorupsi menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas sejak dini,” ujarnya.

Ketua Perpaksinas, Master Yudi Ismono, menambahkan gerakan pendidikan antikorupsi perlu dibangun secara bersama dan berkelanjutan dengan melibatkan kampus, pemerintah, serta masyarakat.

“Kolaborasi ini diharapkan menjadi gerakan kolektif untuk memperkuat budaya integritas, tidak hanya di lingkungan pendidikan tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Sementara itu, Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn., menekankan pentingnya menghadirkan nilai antikorupsi dalam budaya akademik sehari-hari. Menurutnya, kampus seni memiliki kekuatan besar untuk menyampaikan pesan moral melalui pendekatan kreatif.

Baca Juga:  Kapolsek Mlati Kumpulkan Ratusan Pelajar SMP dan SMA Deklarasikan Tolak Kekerasan

Perwakilan KPK RI dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa strategi pemberantasan korupsi harus dijalankan secara simultan melalui pendidikan, pencegahan, dan penindakan.

KPK juga mendorong integrasi kurikulum antikorupsi, penguatan budaya kampus berintegritas, serta kolaborasi antarperguruan tinggi dalam gerakan budaya antikorupsi.

Dalam seminar tersebut juga ditegaskan bahwa seni memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan integritas kepada masyarakat. Melalui karya visual, musik, film, hingga pertunjukan seni, nilai-nilai antikorupsi dinilai dapat disampaikan lebih dekat dan menyentuh generasi muda.

Kegiatan ditandai dengan peluncuran implementasi pembelajaran antikorupsi melalui penguatan kurikulum, pengembangan modul, serta peningkatan kapasitas dosen. Langkah ini diharapkan dapat menjadi model bagi kampus lain dalam membangun budaya akademik yang bersih dan bermartabat.

Seminar menghadirkan narasumber Prof. Sumaryati, Suyitno, M.Pd., dan Megawati Attiyatunnajah, S.H. Mereka menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari ruang kelas, organisasi mahasiswa, karya seni, hingga budaya sehari-hari di lingkungan kampus.

Melalui semangat kolaborasi, ISI Yogyakarta bersama para mitra berkomitmen mendorong lahirnya generasi yang berintegritas demi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, adil, dan bermartabat.

Penulis : Fajarista

Editor : Fajarista

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel realitalima.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati
Kapolsek Mlati Kumpulkan Ratusan Pelajar SMP dan SMA Deklarasikan Tolak Kekerasan
Musim Haji Dongkrak Permintaan Riyal, Ketua APVA DIY Soroti Usaha Valas Ilegal
Peringatan HUT Satpol PP, Linmas dan Damkar di Ngaglik Jadi Momentum Penguatan Sinergi dan Disiplin Birokrasi
Ramadhan 1447 H, Masjid Suciati Saliman Usung Semangat Tumbuh dan Berdampak untuk Sesama
Dari Ladang ke Lembaran Kain: KWT Manunggal Roso 5758 Drono Kembangkan Batik Ecoprint untuk Dongkrak Ekonomi Desa
Dinilai Sosok Ideal: Ansor Ajak AKP Yulianto Jadi Pembicara
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:35 WIB

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:17 WIB

Kapolsek Mlati Kumpulkan Ratusan Pelajar SMP dan SMA Deklarasikan Tolak Kekerasan

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:05 WIB

Forum PAK SIJI DIY Dorong Pendidikan Antikorupsi Jadi Budaya Integritas di Kampus

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:35 WIB

Musim Haji Dongkrak Permintaan Riyal, Ketua APVA DIY Soroti Usaha Valas Ilegal

Senin, 4 Mei 2026 - 11:46 WIB

Berita Terbaru

Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono (tengah) menunjukkan barang bukti celurit yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut

Uncategorized

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:35 WIB

Petugas kepolisian saat memberikan teguran kepada pengendara motor

Hukum & Kriminal

Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Berikan 690 Teguran

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:11 WIB

Petugas Polsek Godean mengamankan minuman keras

Hukum & Kriminal

Polresta Sleman Sita 833 Botol Miras Selama Oktober, 272 Botol Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:07 WIB