Dari Ladang ke Lembaran Kain: KWT Manunggal Roso 5758 Drono Kembangkan Batik Ecoprint untuk Dongkrak Ekonomi Desa

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Btik Ecoprint KWT Manunggal Roso 5758 Drono Sardonoharjo Ngaglik, dok.Andy AA KIM/DSN

i

Btik Ecoprint KWT Manunggal Roso 5758 Drono Sardonoharjo Ngaglik, dok.Andy AA KIM/DSN

Ngaglik — Kelompok Wanita Tani (KWT) Manunggal Roso 5758 Drono terus menunjukkan inovasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain aktif mengelola sektor pertanian, para anggota KWT kini juga mengembangkan keterampilan membatik ecoprint sebagai produk unggulan bernilai ekonomis.

 

Kegiatan tersebut berlangsung di Drono RT 03 RW 33, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (12/2/2026). Di bawah kepemimpinan Ketua KWT, Sri Murnaningsih, ibu-ibu anggota KWT Manunggal Roso 5758 tidak hanya fokus pada budidaya tanaman, tetapi juga memanfaatkan potensi alam sekitar untuk menghasilkan karya batik ecoprint yang memiliki daya jual tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

salah satu proses pembuatan batik ecoprint, dok. Andy AA KIM/DSN

Sri Murnaningsih menjelaskan bahwa pengembangan batik ecoprint berawal dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil kegiatan kelompok. Dengan memanfaatkan dedaunan dan bahan alami di lingkungan sekitar, para anggota mampu menghasilkan motif unik dan ramah lingkungan. Keterampilan tersebut diperoleh melalui sejumlah pelatihan yang difasilitasi oleh Batik Yuniko Ecoprint. Melalui pelatihan tersebut, anggota KWT mempelajari teknik dasar hingga proses produksi, mulai dari pemilihan kain, penataan daun dan bunga, proses pengukusan, hingga tahap finishing.

Baca Juga:  Ramada dan Wyndham Garden Yogyakarta Dikelola Artotel, Satukan Wisata, Bisnis, dan Rekreasi

 

“Selain bertani, kami ingin memiliki produk kreatif yang bisa menambah penghasilan anggota. Ecoprint ini memanfaatkan alam sekitar dan hasilnya bernilai ekonomi,” ujarnya.

 

Produk batik ecoprint yang dihasilkan dipasarkan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp300.000 hingga Rp350.000 per lembar, tergantung pada motif dan tingkat kerumitan desain. Setiap kain memiliki karakteristik unik karena menggunakan teknik cetak alami dari daun dan bunga, sehingga tidak ada motif yang benar-benar sama.

 

Selain itu, pemanfaatan bahan alami dalam proses produksi menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus optimalisasi sumber daya alam sekitar. Inisiatif ini menunjukkan bahwa kelompok wanita tani mampu beradaptasi dan berinovasi, menggabungkan sektor pertanian dan industri kreatif dalam satu gerakan pemberdayaan berkelanjutan

KWT Manunggal Roso 5758 Drono Sardonoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta, dok. Andy AA KIM/DSN

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan pelatihan berkelanjutan, KWT Manunggal Roso 5758 Drono optimistis produk batik ecoprint mereka dapat semakin dikenal luas serta menjadi salah satu unggulan ekonomi kreatif di wilayah Ngaglik, Sleman.

Penulis : arie

Editor : arie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel realitalima.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati
Ramada dan Wyndham Garden Yogyakarta Dikelola Artotel, Satukan Wisata, Bisnis, dan Rekreasi
Lumbung Mataraman Dorong Kemandirian Pangan Berbasis Potensi Lokal
Bantu Kebutuhan Warga, Polresta Sleman Hadirkan Pangan Murah
Verifikasi Jadi Solusi Polemik Perubahan Desil DTSEN
Kapolsek Mlati Kumpulkan Ratusan Pelajar SMP dan SMA Deklarasikan Tolak Kekerasan
Forum PAK SIJI DIY Dorong Pendidikan Antikorupsi Jadi Budaya Integritas di Kampus
Musim Haji Dongkrak Permintaan Riyal, Ketua APVA DIY Soroti Usaha Valas Ilegal
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:35 WIB

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Ramada dan Wyndham Garden Yogyakarta Dikelola Artotel, Satukan Wisata, Bisnis, dan Rekreasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Lumbung Mataraman Dorong Kemandirian Pangan Berbasis Potensi Lokal

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Bantu Kebutuhan Warga, Polresta Sleman Hadirkan Pangan Murah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Verifikasi Jadi Solusi Polemik Perubahan Desil DTSEN

Berita Terbaru

Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono (tengah) menunjukkan barang bukti celurit yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut

Uncategorized

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:35 WIB

Petugas kepolisian saat memberikan teguran kepada pengendara motor

Hukum & Kriminal

Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Berikan 690 Teguran

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:11 WIB

Petugas Polsek Godean mengamankan minuman keras

Hukum & Kriminal

Polresta Sleman Sita 833 Botol Miras Selama Oktober, 272 Botol Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:07 WIB