Lumbung Mataraman Dorong Kemandirian Pangan Berbasis Potensi Lokal

- Penulis

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para juara gebyar Inovasi Lumbung Mataram 2026

i

Para juara gebyar Inovasi Lumbung Mataram 2026

KULON PROGO – Pemanfaatan pangan lokal dan lahan terbatas menjadi salah satu upaya Pemerintah Daerah DIY dalam memperkuat kemandirian pangan masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 di Jogja Agro Park (JAP), Kemiri, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo, Jumat-Sabtu (2-3/10).

Kegiatan yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY tersebut mengusung tema “Lumbung Mataraman Mendukung Swasembada Pangan melalui Pangan Lokal Sehat dan Berkualitas”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho mengatakan, Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan berbagai potensi pangan lokal di masyarakat.

Menurutnya, pengembangan pangan tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan lahan luas. Pemanfaatan lahan terbatas juga dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.

“Lumbung Mataraman kita dorong agar masyarakat mampu memanfaatkan potensi yang ada di lingkungannya. Lahan terbatas bukan menjadi hambatan untuk menghasilkan pangan,” ujar Aris.

Program Lumbung Mataraman sendiri telah dikembangkan di DIY sejak 2017 melalui dukungan Dana Keistimewaan.

Pengembangannya dilakukan mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, pengolahan hasil pertanian, peningkatan nilai tambah produk hingga membuka peluang pemasaran.

Aris menjelaskan, pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian. Di antaranya keterbatasan lahan, regenerasi petani, perubahan iklim, perkembangan teknologi, pemasaran serta kebutuhan diversifikasi pangan.

Karena itu, dalam Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 ditampilkan berbagai inovasi pemanfaatan lahan terbatas. Masyarakat dapat melihat penerapan hidroponik, vertikultur, akuaponik, budidaya terpadu, pengelolaan limbah organik hingga teknologi efisiensi penggunaan air.

“Yang kita tampilkan bukan hanya produknya, tetapi juga proses dan inovasinya. Harapannya masyarakat bisa melihat, belajar, kemudian menerapkan sesuai dengan kondisi lingkungannya,” katanya.

40 Stan Tampilkan Berbagai Inovasi

Pameran dalam kegiatan tersebut menghadirkan sekitar 40 stan. Pesertanya terdiri atas 10 kalurahan pengelola Lumbung Mataraman, 15 Kelompok Wanita Tani (KWT) peserta Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas, petani milenial, pelaku usaha pertanian dan peternakan, perusahaan perbenihan, penyedia alat dan mesin pertanian, komunitas hidroponik, SMK pertanian, lembaga penelitian serta akademisi.

Sepuluh kalurahan juga menampilkan potensi dan produk Lumbung Mataraman dari wilayah masing-masing. Mereka berasal dari Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul dan Kulon Progo.

Baca Juga:  Simak jadwal dan syarat penukaran uang baru di Stasiun Yogyakarta dan Solo

Kalurahan tersebut yakni Wukirsari dan Sriharjo dari Bantul; Glagaharjo dan Widodomartani dari Sleman; Genjahan, Piyaman, Bendung dan Balong dari Gunungkidul; serta Purwosari dan Giripeni dari Kulon Progo.

Selain itu, 15 KWT turut menampilkan inovasi pemanfaatan pekarangan dan lahan terbatas. Konsep tersebut diarahkan agar lahan di sekitar rumah tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.

Aris menilai keterlibatan KWT, petani milenial, komunitas dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam pengembangan pangan lokal.

“Ini membutuhkan kolaborasi. Tidak bisa hanya pemerintah. Ada kelompok tani, KWT, anak-anak muda, pelaku usaha, akademisi dan komunitas yang semuanya memiliki peran,” jelasnya.

Dikemas dengan Edukasi dan Pameran

Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman berlangsung selama dua hari. Pada Jumat (2/10), kegiatan diawali Gerakan Pangan Murah, kemudian pembukaan, peninjauan stan dan demplot, serta penyerahan simbolis bantuan sarana produksi pertanian dan penghargaan kepada kelompok tani atau lembaga.

Kegiatan hari pertama juga diisi Lomba Olahan Pangan Lokal tingkat SMK, pameran dan talkshow mengenai Lumbung Mataraman serta pangan lokal sehat dan berkualitas.

Sementara pada Sabtu (3/10), kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama, Gerakan Pangan Murah dan talkshow inovasi pemanfaatan lahan terbatas. Ada pula Lomba Menggambar tingkat SD, Kelompencapir, hiburan seni dan live music.

Kelompencapir dikemas secara interaktif untuk menguji sekaligus menambah pengetahuan masyarakat mengenai pertanian, pemanfaatan pekarangan dan ketahanan pangan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang Lomba Menggambar dan Lomba Stan, dilanjutkan Closing Ceremony dan laporan panitia.

Aris berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pameran, tetapi dapat mendorong masyarakat untuk mengembangkan pangan lokal secara berkelanjutan.

“Kita ingin pangan lokal tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga diolah sehingga memiliki nilai tambah dan peluang pasar. Dengan begitu, masyarakat bisa semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan,” tandasnya.

Melalui Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026, Pemda DIY mendorong pemanfaatan potensi lokal, inovasi pertanian dan kolaborasi masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan serta kemandirian pangan di DIY.

 

Penulis : Fajarista

Editor : Arie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel realitalima.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ramada dan Wyndham Garden Yogyakarta Dikelola Artotel, Satukan Wisata, Bisnis, dan Rekreasi
Bantu Kebutuhan Warga, Polresta Sleman Hadirkan Pangan Murah
Verifikasi Jadi Solusi Polemik Perubahan Desil DTSEN
Simak jadwal dan syarat penukaran uang baru di Stasiun Yogyakarta dan Solo
Sambut Mudik Lebaran, KAI Hadirkan Flash Sale dan Diskon Tiket Kereta hingga 30 Persen
Satlantas Polres Bantul dan Ditlantas Polda DIY Cek Armada PO BR Queen Jelang Mudik Lebaran 2026
Pendaftaran Dibuka, KAI Daop 6 Siap Sukseskan Program Mudik Motor Gratis Lebaran 2026
Komisi V DPR RI Tinjau Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 di Stasiun Yogyakarta
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Ramada dan Wyndham Garden Yogyakarta Dikelola Artotel, Satukan Wisata, Bisnis, dan Rekreasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Lumbung Mataraman Dorong Kemandirian Pangan Berbasis Potensi Lokal

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Bantu Kebutuhan Warga, Polresta Sleman Hadirkan Pangan Murah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Verifikasi Jadi Solusi Polemik Perubahan Desil DTSEN

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:01 WIB

Simak jadwal dan syarat penukaran uang baru di Stasiun Yogyakarta dan Solo

Berita Terbaru

Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono (tengah) menunjukkan barang bukti celurit yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut

Uncategorized

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:35 WIB

Petugas kepolisian saat memberikan teguran kepada pengendara motor

Hukum & Kriminal

Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Berikan 690 Teguran

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:11 WIB

Petugas Polsek Godean mengamankan minuman keras

Hukum & Kriminal

Polresta Sleman Sita 833 Botol Miras Selama Oktober, 272 Botol Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:07 WIB