BANTUL – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Satlantas Polres Bantul bersama Subdit Gakkum Ditlantas Polda DIY menggelar sosialisasi keselamatan serta pengecekan armada di PO BR Queen Transport, di Piyungan, Bantul, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Bantul Ipda Joko Tri Hasbiyanto, S.Sos., didampingi Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda DIY Kompol Amir Machmud, S.I.Kom.
Ipda Joko menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah preventif kepolisian untuk memastikan kesiapan perusahaan otobus dalam menghadapi lonjakan penumpang saat musim mudik, khususnya pada rute Yogyakarta–Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada kru bus sekaligus mengecek langsung kondisi armada. Dari hasil pemeriksaan, secara umum kendaraan dalam kondisi baik dan telah memenuhi standar keselamatan,” ujarnya.
Dalam pengecekan tersebut, petugas memeriksa berbagai aspek teknis kendaraan, mulai dari kondisi mesin, sistem pengereman, kaca kendaraan, kursi penumpang, hingga fasilitas pendukung keselamatan lainnya.

Kompol Amir Machmud menambahkan, pihaknya juga menemukan sejumlah armada telah dilengkapi fasilitas tambahan untuk menunjang kenyamanan kru.
“Tadi kami cek perawatan kendaraan, pengamanan kaca, kondisi kursi penumpang normal, serta fasilitas tempat istirahat kru. Bahkan ada kompartemen yang difungsikan sebagai ruang istirahat saat kendaraan berhenti,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi manajemen PO BR Queen Transport yang dinilai kooperatif dan aktif berkoordinasi dengan kepolisian dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi menjelang arus mudik.
Sementara itu, Owner PO BR Queen Transport, Liana Ari Susanti, ST mengatakan perusahaannya memiliki dua divisi layanan, yakni pariwisata dan AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), dengan dua brand utama yaitu BR Queen dan Brave.
“Kami merupakan perusahaan otobus asli dari Bantul, Yogyakarta. Seluruh armada yang kami operasikan telah memiliki izin resmi dan dipastikan dalam kondisi laik jalan,” katanya.
Ia menyebutkan, pihaknya memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 17–18 Ramadan untuk keberangkatan dari Yogyakarta menuju Jakarta, sedangkan arus balik diperkirakan pada 23–24 Ramadan.
“Tarif rute Yogyakarta–Jakarta mulai dari Rp300 ribu, tergantung kelas layanan seperti VIP dan premium. Untuk Lebaran tahun ini tarif masih sama seperti tahun lalu, belum ada kenaikan,” ungkapnya.
Menurut Liana, hingga saat ini pemesanan tiket untuk periode mudik dan arus balik sudah mencapai ribuan penumpang. Perusahaan juga menyiapkan armada tambahan apabila terjadi lonjakan permintaan, baik dari sektor AKAP maupun pariwisata.
Dengan adanya sosialisasi dan pengecekan langsung dari kepolisian ini, diharapkan seluruh armada bus yang beroperasi selama musim mudik Lebaran 2026 benar-benar dalam kondisi prima sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.
Penulis : Fajarista















