SLEMAN, Realitalima.com – Hujan ringan hingga sedang yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman, Rabu (18/1) sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan belasan rumah warga mengalami kerusakan, pohon tumbang di beberapa titik, serta talud dan tebing longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Haris Martapa, mengatakan berdasarkan laporan Pusdalops PB hingga pukul 16.50 WIB, dampak cuaca ekstrem tersebar di sejumlah kapanewon.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mayoritas kerusakan berupa atap rumah tertimpa pohon tumbang dan material bangunan yang terangkat akibat terpaan angin.
“Intensitas hujan yang disertai angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan merusak bangunan warga. Tim langsung melakukan asesmen serta penanganan darurat di lokasi terdampak,” ujar Haris.
Di Kapanewon Berbah, kejadian tercatat di Tegaltirto dan Jogotirto. Di Kadisono RT 08 RW 13, pohon tumbang menimpa rumah Rohadi hingga merusak genteng, usuk, dan menyebabkan tembok retak.

Masih di wilayah yang sama, atap seng rumah Yudantoro terangkat angin, sementara dinding rumah semipermanen milik Kusbiyantoro roboh.
Selain itu, talud Kali Tepus di Sompilan dilaporkan longsor dan masih dalam proses penanganan. Di Jogotirto, belasan lembar asbes beterbangan akibat angin kencang. Atap rumah milik Suyatmi di Pucung–Kranggan II juga mengalami kerusakan pada bagian teras serta wuwung genting yang terlepas.
“Sebagian besar kejadian di Berbah telah terkondisi,” jelas Haris.
Sementara itu, di Kapanewon Gamping, pohon tumbang sempat menutup akses jalan di Gamping Kidul, Ambarketawang, namun berhasil dievakuasi petugas. Talud makam di Ngaran, Balecatur, juga mengalami longsor akibat terkikis arus sungai dan masih dalam penanganan.
Kejadian serupa terjadi di Kapanewon Kalasan, tepatnya di Kedulan, Tirtomartani, di mana tebing longsor menyebabkan pohon rungkat. Di Kapanewon Minggir, pohon jati tumbang menimpa rumah Suratiyem di Sendangrejo hingga merusak ratusan genteng.
Di wilayah Moyudan, beberapa pohon jati tumbang menimpa rumah warga serta melintang di jalan di Sumberarum dan Sumbersari. Seluruh kejadian di wilayah tersebut telah ditangani petugas bersama warga setempat.
Di Kapanewon Pakem, pohon cemara tumbang di area makam Jamblangan, Purwobinangun, dan menimpa kabel listrik. Sedangkan di Kapanewon Prambanan, tanah bergerak terjadi di Watukangsi, Wukirharjo.
Longsor tebing setinggi sekitar 10 meter juga terjadi di Lemahbang, Gayamharjo, yang menimpa bagian belakang rumah warga dan masih dalam proses penanganan.
Adapun di wilayah Kapanewon Sleman, pohon tumbang menimpa gazebo dan penginapan di kawasan Floating Resto, Jalan Rorojonggrang, Beran, Tridadi. Peristiwa tersebut telah berhasil dikondisikan.
Haris menambahkan, langkah penanganan yang telah dilakukan meliputi asesmen dampak kejadian, koordinasi dengan pihak terkait, serta pendistribusian logistik bagi warga terdampak.
Penanganan melibatkan personel BPBD Sleman, Destana, pemerintah kalurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan SAR, komunitas rescue, serta masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Jika terdapat kejadian darurat, segera laporkan agar dapat segera ditangani,” pungkasnya.
Penulis : Fajarista















