SLEMAN, Realitalima.com – Pelopor Perdamaian (Pordam) Kabupaten Sleman menjalin kerja sama dengan Densus 88 Polri dalam upaya memperkuat pencegahan radikalisme, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Perisai Harmoni tahun 2026, di luncurkan di Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik Sleman, Jumat (20/2/2026).
Ketua Pordam Kabupaten Sleman Suwanto, mengatakan program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk membentengi anak dan remaja dari berbagai ancaman sosial di era digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perisai Harmoni hadir sebagai gerakan pencegahan dini. Fokusnya membangun generasi muda yang tangguh, damai, dan cerdas dalam menyikapi pengaruh negatif, baik dari media sosial, lingkungan pergaulan, maupun tekanan sosial,” ujar Suwanto.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa dampak positif, namun juga membuka ruang penyebaran paham radikalisme, anarkisme, ujaran kebencian, hingga praktik perundungan dan penyalahgunaan narkotika.
Karena itu, diperlukan pendekatan kolaboratif antara masyarakat, sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum.
Dalam program ini, Densus 88 Polri berperan memberikan edukasi serta penguatan wawasan kebangsaan guna menangkal penyebaran ideologi ekstrem yang menyasar generasi muda.
Sementara Pordam Sleman menggerakkan jaringan sekolah dan komunitas untuk memperkuat literasi digital, pendidikan empati, serta pembentukan karakter pelajar.
Adapun sasaran utama program ini adalah siswa usia sekolah, khususnya tingkat SMK/vokasi, guru Bimbingan Konseling (BK), serta perwakilan orang tua.
Kegiatan akan dikemas dalam bentuk sosialisasi, diskusi interaktif, pelatihan literasi digital, serta kampanye anti-bullying dan anti-narkoba.
Melalui sinergi ini, Pordam Sleman berharap tercipta lingkungan sekolah yang aman dan kondusif, sekaligus memperkuat ketahanan ideologi kebangsaan di tingkat akar rumput.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal pencegahan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga generasi muda adalah tanggung jawab kita semua,” tegas Suwanto.
Program Perisai Harmoni diharapkan menjadi model gerakan perdamaian berbasis komunitas yang mampu menjaga stabilitas sosial dan membentengi generasi muda Sleman dari ancaman negatif di era digital.
Penulis : Fajarista















