NGAGLIK, SLEMAN – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan untuk memperkuat semangat pengabdian para pendidik di SLB Dian Amanah yang berlokasi di Jalan Sawah Joglo, Lojajar, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Pada Selasa (3/3/2026), para guru mendapatkan motivasi dan dukungan moral serta spiritual agar spirit Ramadhan menjadi energi berkelanjutan dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya penyandang autisme.
Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan oleh jajaran penyuluh agama dari KUA Ngaglik sebagai bentuk sinergi dan kerja sama dalam penguatan mental serta spiritual tenaga pendidik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Sekolah SLB Autisme Dian Amanah, Umu Afifah Isriyati, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para guru.
“Kami sangat mengapresiasi pembinaan dari penyuluh KUA Ngaglik. Tidak hanya memberikan bimbingan keagamaan kepada anak-anak didik berkebutuhan khusus, tetapi juga menjadi terapi spiritual bagi bapak dan ibu guru. Ke depan, kami berharap pembinaan ini dapat dilanjutkan hingga menyentuh para wali murid,” ujarnya.

Adapun penyuluh agama yang diterjunkan dalam kegiatan tersebut yakni Wahyu Nurul Ilmiyati, S.Ag., Muhammad Syaiful Ghozi, S.Pd., dan Tarwadi, S.Ag. Dalam penyampaiannya, para penyuluh memberikan dorongan motivasi agar para guru tetap bersemangat dalam menjalankan amanah mendidik anak-anak istimewa.
Mereka menegaskan bahwa tugas mendampingi serta membimbing putra-putri penyandang autisme merupakan ladang amal yang besar pahalanya, terlebih di bulan Ramadhan di mana setiap kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Sementara itu, Kepala KUA Ngaglik, Handoyo, S.Ag., menambahkan bahwa pembinaan ini merupakan bagian dari komitmen KUA Ngaglik untuk hadir dan memberikan penguatan spiritual di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan khusus.
“Guru SLB memiliki peran yang sangat mulia dan penuh kesabaran. Di bulan Ramadhan ini, kami ingin menguatkan bahwa setiap tetes keringat dan kesabaran dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus bernilai ibadah dan pahala yang berlipat. Semoga semangat Ramadhan ini terus menjadi energi dalam pengabdian, tidak hanya selama bulan suci, tetapi sepanjang waktu,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para guru tampak antusias mengikuti rangkaian pembinaan, yang diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Ngaglik dan sekitarnya.
Penulis : arie
Editor : arie















