NGAGLIK, Realitalima.com – Kondisi permukiman di Dusun Ngabean Wetan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman yang kini tanpa jarak dengan bibir sungai membuat warga dilingkupi rasa cemas setiap kali hujan deras mengguyur.
Bagaimana tidak, hal tersebut mengakibatkan pengikisan tebing Sungai Pelang. Menindaklanjuti itu, Komisi C DPRD DIY melakukan tinjauan lapangan ke Dusun Ngabean Wetan, Sinduharjo, Ngaglik, Senin (9/2/2026).
Anggota Komisi C DPRD DIY, Haris Sugiharta menegaskan perbaikan talud itu merupakan prioritas mendesak. Menurutnya, penggerusan tanah sudah berdampak langsung pada keselamatan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini sangat mendesak karena air selalu naik ke atas dan penggerusan terus terjadi. Kasihan warga, mereka selalu was-was saat hujan deras. Terlebih, sudah tidak ada jarak antara tanggul dengan pemukiman,” ujar Haris.
Sekretaris Komisi C DPRD DIY, Koeswanto menambahkan bahwa berdasarkan hasil pengukuran sementara, terdapat titik prioritas sepanjang 90 meter di sebelah selatan jembatan yang harus segera ditangani.
”Tanah warga terus menjorok ke sungai karena belum ada talud. Harapan kami, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) bisa memperbaiki di tahun anggaran 2026 agar warga aman,” harapnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin mengapresiasi sinergi BBWSO dengan legislatif. Ia berharap usulan ini bisa segera dimatangkan dalam perencanaan anggaran tahun ini.
Lurah Sinduharjo, Sudarja menambahkan dampak pengikisan sungai ini telah melenyapkan sebagian tanah warga dan rumpun bambu yang menjadi penahan alami. Bahkan, banjir sempat merendam beberapa rumah warga.
“Satu titik sudah pernah saya pasang bronjong, tapi hanyut. Kami mohon tindak lanjut dari Dewan dan BBWSO,” tandasnya.
Staf PPK BBWSO, Bintoro menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan awal. Ia mengonfirmasi bahwa tebing di lokasi itu cukup tinggi dan curam sehingga membahayakan jika tidak segera diamankan.
”Kami akan buat perencanaan detail untuk pengamanan tebing. Mengenai waktu eksekusi, kami akan melihat ketersediaan anggaran dan skala prioritas karena banyak usulan serupa yang masuk,” kata Bintoro.
Kendati demikian, pihaknya juga memberikan catatan penting kepada pihak pemerintah kalurahan. Ia meminta kerja sama desa untuk menertibkan bangunan rumah yang terlalu mepet dengan bibir sungai.
“Itu akan menyulitkan alat berat saat masuk untuk melakukan normalisasi atau pembangunan. Sinergi dengan masyarakat diperlukan agar teknis pengerjaan di lapangan tidak terkendala,” pungkasnya.
Penulis : Fajarista
Editor : Fajarista















