SLEMAN, Realitalima.com – Pemerintah bersama unsur Forkopimda dan kelompok tani melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak di lahan seluas 2,5 hektar di Dusun Ngebo RT 6 RW 22, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (17/2/2026) pagi.
Hadir dalam kegiatan itu, Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si. yang diwakili Asisten Sekda Agung Armawanta, MT; Wakil Ketua DPRD Sleman Ani Martani; Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Rofiq Andriyanto S.Hut., MT.
Kapolresta Sleman Kombes Pol Roedy Yoelianto yang diwakili Kasat Binmas AKP Sugiyanto, SH, MH; Panewu Ngaglik Wawan Widyantoro, SIP., MPA; Kapolsek Ngaglik Luki Dariyawan, SH., MH; Lurah Sukoharjo Jadi Subronto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua BPKal Sukoharjo Muthohar, SH; Ketua Gapoktan Purnomo; serta perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Gapoktan Kalurahan Sukoharjo.

Wakil Ketua DPRD Sleman, Ani Martani dalam sambutannya, menegaskan bahwa penanaman jagung merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Penanaman jagung ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Tanaman harus dirawat dengan baik agar hasil panen maksimal dan benar-benar memberikan dampak ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Sukoharjo Jadi Subronto menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah kalurahan terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Penanaman jagung ini adalah wujud dukungan kami di bidang pertanian, khususnya dalam menjaga ketersediaan pangan. Kami berharap sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh elemen masyarakat terus terjalin,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, amanat Kapolresta Sleman yang dibacakan AKP Sugiyanto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Sukoharjo dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Dalam amanatnya ditegaskan bahwa Polri, khususnya Polresta Sleman, tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program-program produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Melalui peran Polri, kami berkomitmen mendorong sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, serta seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Republik Indonesia,” katanya.
Selain itu, kemajuan teknologi pertanian juga dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas. Pemanfaatan mekanisasi pertanian, sistem irigasi modern, penggunaan benih unggul, pupuk ramah lingkungan, hingga teknologi digital pertanian disebut mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil panen.
Kegiatan penanaman jagung serentak ini dinilai sebagai langkah nyata dan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional tahun 2026.
Optimalisasi lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi lahan pertanian bernilai ekonomi tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat perekonomian lokal.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan kelompok tani, diharapkan jagung yang ditanam dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen melimpah yang membawa manfaat serta keberkahan bagi masyarakat Sukoharjo dan sekitarnya.
Penulis : Fajarista
Editor : Fajarista















