SLEMAN, Realitalima.com – Selama bulan suci Ramadhan, Polresta Sleman bersama jajaran polsek meningkatkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang kerap muncul, baik pada siang maupun malam hari.
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan dengan mengedepankan upaya preemtif dan preventif.
Personel ditempatkan di sejumlah titik rawan dengan pola penebalan dan penguatan kekuatan, baik berseragam dinas maupun berpakaian sipil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama Ramadhan kami meningkatkan kegiatan preemtif dan preventif untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas. Anggota kami tempatkan dan mobiling di titik-titik rawan, baik menggunakan seragam dinas maupun secara tertutup,” ujar AKP Salamun, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan, setiap malam pelaksanaan KRYD diawali dengan apel kesiapan personel yang dipusatkan di kawasan Parkir Timur Monjali atau di Mako Polresta Sleman. Usai apel, petugas langsung bergerak ke lapangan sesuai ploting wilayah masing-masing.
Untuk pengamanan malam hari, pola strong point difokuskan di sepanjang Ringroad Utara, mulai dari Simpang Maguwo hingga Simpang Pelem Gurih, termasuk kawasan Denggung yang kerap menjadi titik keramaian.
Sementara itu, jajaran polsek menyesuaikan penempatan personel dan patroli mobiling berdasarkan peta kerawanan di wilayah hukum masing-masing.
Sejumlah potensi kerawanan menjadi perhatian utama selama Ramadhan. Pertama, kemacetan di pusat perbelanjaan, baik mal, pasar tradisional, maupun pasar dadakan sore hari yang menjual takjil dan makanan berbuka puasa.
Kedua, potensi kecelakaan lalu lintas akibat meningkatnya mobilitas masyarakat. Selain itu, aksi balap liar menjelang berbuka, menjelang sahur, maupun setelah salat Subuh juga menjadi fokus pengawasan.
Ketiga, tindak pidana pencurian, baik di rumah kosong yang ditinggal ibadah maupun di pasar dan pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung.
Keempat, kejahatan jalanan seperti perkelahian atau perang sarung yang biasanya terjadi pada dini hari, menjelang sahur maupun setelah Subuh.
Kelima, penggunaan petasan oleh anak-anak dan remaja yang tidak hanya mengganggu kekhusyukan ibadah, tetapi juga berpotensi membahayakan karena risiko ledakan.
AKP Salamun mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama Ramadhan.
“Kami mengharapkan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan diri dan lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk segera menghubungi call center 110, layanan Polri gratis, apabila menemukan informasi atau peristiwa yang memerlukan respons cepat dari kepolisian.
Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Sleman selama Ramadhan tetap aman dan kondusif.
Penulis : Fajarista















