YOGYAKARTA – Upaya pemenuhan hak dan perlindungan bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) terus diperkuat menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar koordinasi lintas sektoral guna menyusun langkah strategis dan aksi kolaboratif bagi anak-anak binaan, khususnya yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang diinisiasi PKBI DIY di Kantor PKBI DIY, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan program kerja sekaligus memperkuat advokasi dalam pemenuhan hak-hak anak binaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Galih Rakasiwi, mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap hak-hak anak, termasuk mereka yang sedang menjalani proses pembinaan.
“Melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor ini, kami ingin memastikan anak-anak binaan mendapatkan perhatian dan layanan terbaik. Hari Anak Nasional bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak, termasuk mereka yang sedang menjalani pembinaan di LPKA,” ujar Galih.
Pertemuan strategis tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DIY, Kepala LPKA Kelas II Yogyakarta, Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, serta jajaran instansi terkait seperti DP3AP2 DIY, PUSPAGA DIY, Dinas Sosial DIY, dan Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR).
Dukungan dari kalangan akademisi turut memperkuat pembahasan dengan hadirnya dosen Universitas Ahmad Dahlan dan Kepala Biro Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.
Agenda utama rapat berfokus pada pembahasan Kerangka Acuan Kegiatan Hari Anak Nasional 2026 serta pemaparan hasil diskusi sebelumnya bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).
Seluruh peserta terlibat aktif dalam menyusun strategi aksi kolektif dan melakukan evaluasi hasil pembahasan guna menyelaraskan program kerja yang berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli 2026 mendatang. Melalui koordinasi yang intensif antara pemerintah, akademisi, dan mitra inklusi, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat dalam memberikan perlindungan serta pemenuhan hak anak secara optimal demi masa depan yang lebih baik.
Galih menegaskan, keberhasilan pembinaan anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga anak-anak binaan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan,” pungkasnya.
Penulis : Fajarista
Editor : Arie















