KULONPROGO, Realitalima.com – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat, Polda DIY meresmikan Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Sentolo II Divpropam Polri yang berlokasi di Salamrejo, Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (13/2/2026).
Peresmian SPPG Sentolo II dilakukan secara virtual dan serentak se-Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Fasilitas ini menjadi SPPG Polri terbesar di wilayah DIY dan dirancang sebagai pusat layanan pangan bergizi yang terintegrasi serta berkelanjutan.
Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menjelaskan bahwa SPPG Sentolo II telah mengadopsi teknologi modern guna menjamin transparansi dan akuntabilitas distribusi pangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“SPPG Sentolo II dilengkapi dengan aplikasi LILO (Literasi Logistik) berbasis kode digital yang memungkinkan pengawasan distribusi secara real-time. Dengan sistem ini, keamanan serta kualitas makanan dapat dipastikan sejak proses pengolahan hingga diterima langsung oleh penerima manfaat,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda DIY Anggoro Sukartono, S.I.K., secara simbolis melepas pendistribusian kloter pertama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pengibaran bendera pemberangkatan.
SPPG Sentolo II memiliki kapasitas distribusi hingga 1.400 penerima manfaat. Namun pada tahap awal peluncuran, sebanyak 755 paket makanan bergizi disalurkan kepada lima sekolah dasar di wilayah sekitar, yakni SDN Ngubeng, SDN Salamrejo, SDN Kalisana, SDN Kali Kutuk, dan SDN Asem Cilik.

Dalam sambutannya, Kapolda DIY menegaskan bahwa SPPG bukan sekadar dapur umum, melainkan bagian dari transformasi ekosistem pemenuhan gizi terintegrasi Polda DIY yang menghubungkan sektor hulu, tengah, hingga hilir.
“Pada sektor hulu, kami memberdayakan potensi lokal di wilayah Gunungkidul melalui pemanfaatan jagung petani untuk pakan ternak ayam petelur serta pengembangan green house sayuran. Selanjutnya di sektor tengah, bahan pangan dikurasi dan distandarisasi di gudang sentral wilayah Sleman. Sementara di sektor hilir, SPPG mengolahnya menjadi makanan bergizi siap saji,” paparnya.
Kapolda DIY berharap model SPPG berbasis Lumbung Mataraman ini dapat menjadi contoh penguatan ketahanan pangan di tingkat daerah.
“Ini merupakan wujud nyata kontribusi DIY dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Regional Badan Gizi Nasional Provinsi DIY, Gagat Widyatmoko, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan standar kualitas SPPG yang diinisiasi Polda DIY.
“Kami menilai SPPG Sentolo II sebagai yang terbaik di wilayah DIY. Dengan standar seperti ini, kami optimistis setiap fasilitas SPPG yang diresmikan Polri akan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” pungkasnya.















