YOGYAKARTA, Realitalima.com – Menikmati berbuka puasa dengan latar panorama Kota Yogyakarta dari ketinggian menjadi pengalaman istimewa yang ditawarkan The Jogja dalam program Ramadan tahun ini.
Mengusung tema ‘Skyline Iftar’, hotel yang berada di tengah pusat kota Yogyakarta ini menghadirkan sensasi berbuka di rooftop dengan suguhan pemandangan 360 derajat city light dan momen matahari terbenam yang memukau.

General Manager The Jogja, Maji menghadirkan konsep berbuka puasa berbeda melalui tema ‘Skyline Iftar’ di Ramadan tahun ini. Konsep ini mengusung pengalaman berbuka di ketinggian dengan panorama kaki langit dan pemandangan 360 derajat Kota Yogyakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Maji, pemilihan tema Skyline Iftar terinspirasi dari makna skyline sebagai kaki langit. Para tamu diajak menikmati momen berbuka puasa di area rooftop Sekai Lontongan yang berada di ketinggian sekitar lantai 40-an, sesuai izin bangunan yang berlaku.

“Kami ingin tamu menikmati suasana sebelum berbuka. Mereka bisa melihat sunset yang sangat bagus dari atas. Itu yang biasa orang cari. Yang kami jual di sini memang view-nya,” ujar Amin.
Ia menjelaskan, konsep ini tidak hanya menawarkan hidangan premium, tetapi juga pengalaman menikmati senja dan gemerlap city light pada malam hari. Kapasitas rooftop dibatasi sekitar 200 orang, sehingga suasana tetap nyaman dan eksklusif.
Untuk paket buka puasa, The Jogja mematok harga Rp259.000 per orang. Harga tersebut dinilai masih kompetitif untuk kelas premium di Yogyakarta.

“Kami memang menyasar crowd tertentu, terutama pasangan muda yang ingin menciptakan memori indah saat Ramadan,” tambahnya.
Menu yang disajikan pun beragam, mulai dari hidangan tradisional hingga modern, dengan total lebih dari 100 pilihan menu. Salah satu menu favorit tamu adalah kambing guling. Selain itu, tersedia pula aneka jajanan tradisional dan hidangan internasional.
Bagi tamu yang menginginkan pelayanan khusus tanpa harus mengambil makanan sendiri, tersedia paket layanan eksklusif dengan harga Rp 500.000 per orang.
Sementara untuk hari biasa di luar Ramadan, restoran rooftop tetap beroperasi sebagai tempat bersantai dan nongkrong, terutama ramai pada pukul 18.30 hingga menjelang malam.
Amin mengungkapkan, meski sempat terkendala cuaca hujan dalam beberapa pekan terakhir sehingga sunset tidak terlihat maksimal, minat masyarakat tetap tinggi.
Bahkan pada momen-momen tertentu seperti akhir tahun, pihak hotel terpaksa membatasi tamu karena tingginya permintaan.
Selain paket berbuka, okupansi kamar hotel juga menyesuaikan kondisi permintaan. Pada hari normal, tarif kamar berada di kisaran Rp 700 ribuan, sedangkan saat akhir pekan bisa mencapai Rp1 jutaan.

Namun selama bulan puasa, harga cenderung lebih fleksibel mengikuti tingkat kunjungan wisatawan.
“Kami menyesuaikan dengan demand. Kalau tinggi, ya kami jual tinggi. Kalau sepi, tentu menyesuaikan. Prinsipnya seperti jualan biasa,” jelas Amin.
Dengan konsep suasana yang kuat dan pemandangan yang menjadi daya tarik utama, Maji optimistis The Jogja akan menjadi salah satu primadona destinasi berbuka puasa di Kota Yogyakarta tahun ini.*
Penulis : Fajarista
Editor : Fajarista















