GEDONGTENGEN-YOGYA – Forum Komunikasi Pimpinan Kemantren (Forkopimtren) Gedongtengen menggelar apel bersama lembaga kemasyarakatan, lintas masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan di halaman Kemantren Gedongtengen, Rabu (29/4).
Kegiatan yang digagas Kapolsek Gedongtengen AKP Yuliyanto SH tersebut mengusung tema Sinergi Lintas Sektoral Menuju Gedongtengen Aman, Tertib, dan Berbudaya dalam Bingkai Sumbu Filosofi Malioboro.
AKP Yuliyanto mengatakan, kegiatan itu menjadi langkah strategis untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Gedongtengen, khususnya kawasan Sumbu Filosofi Malioboro yang memiliki nilai historis, budaya, sekaligus pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata.
“Apel bersama ini menjadi momentum untuk saling menguatkan dan membangun komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Gedongtengen. Kawasan ini memiliki nilai penting sehingga perlu dijaga secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, tindak lanjut kegiatan tersebut akan diwujudkan melalui sinergi berkelanjutan antarinstansi dan masyarakat, termasuk patroli terpadu serta koordinasi rutin guna mengevaluasi situasi keamanan.
“Kami akan terus bersinergi, berkoordinasi, melakukan briefing, termasuk kemungkinan patroli terpadu demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Gedongtengen,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantren Gedongtengen Pargiyat menjelaskan, apel bersama melibatkan sedikitnya 15 unsur perwakilan masyarakat. Mereka terdiri atas lembaga kemasyarakatan, ketua kampung, RT/RW, Linmas, Kampung Tangguh Bencana, tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas Papua, hingga organisasi kepemudaan lintas agama.
“Keamanan wilayah bukan hanya tugas pemerintah, TNI, dan Polri, tetapi membutuhkan kesadaran serta partisipasi seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Menurutnya, Malioboro sebagai bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk wisatawan dan pusat budaya. Karena itu, keamanan kawasan harus terus dijaga agar iklim pariwisata semakin kondusif.
“Jika keamanan terjaga, sektor pariwisata akan tumbuh. Dampaknya bisa meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Danramil Gedongtengen Kapten Inf Aluwar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia yang harus dijaga bersama agar tetap aman, damai, dan harmonis.
“Kegiatan seperti ini wajib kita dukung karena dapat menjaga stabilitas keamanan wilayah. Selain itu juga menumbuhkan jiwa persatuan dan kesatuan bangsa karena melibatkan berbagai elemen masyarakat dari beragam latar belakang,” katanya.
Usai apel, kegiatan ditutup dengan pembacaan ikrar bersama bertajuk Semangat Gotong Royong Agawe Amane Jogja serta penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh peserta.

Dalam ikrar tersebut, warga Gedongtengen menyatakan siap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, mendukung pembangunan fisik maupun nonfisik pemerintah daerah, menjaga kebersihan dan ketertiban berlalu lintas, serta melestarikan nilai-nilai luhur Sumbu Filosofi Malioboro.
Selain itu, seluruh elemen masyarakat juga menyatakan menolak segala bentuk kekerasan, tindakan anarkis, premanisme, maupun perbuatan yang dapat merusak citra pariwisata Yogyakarta.
Forkopimtren Gedongtengen berharap apel bersama ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi seluruh unsur masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah, terutama menjelang momentum Hari Buruh dan meningkatnya aktivitas wisata di kawasan Malioboro.















