Menyoroti situasi Indonesia: “PESAN KHUSUS ULAMA KHARISMATIK, KH. SUYUTI TOHA”

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo Bersama (duduk dari ki-ka) – AM Putut Prabantoro, KH Fathulloh Suyuti Toha, KGPH. H. Muhammad Kurnia Hasanudin dan H Ramadhan Gatot Sietikno. Berdiri tepat di belakang KH Suyuti Toha adalah Mayjen TNI (Purn) Herianto Syahputra.

i

Photo Bersama (duduk dari ki-ka) – AM Putut Prabantoro, KH Fathulloh Suyuti Toha, KGPH. H. Muhammad Kurnia Hasanudin dan H Ramadhan Gatot Sietikno. Berdiri tepat di belakang KH Suyuti Toha adalah Mayjen TNI (Purn) Herianto Syahputra.

YOGYAKARTA- 02 Juni 2026, Di Media Corner Avocado, alun-alun selatan Yogyakarta suasananya berbeda pada sore itu, Minggu (30/05/2026). Setidaknya 30 orang hadir di rumah yang berbentuk joglo tersebut. Anggota rombongan hampir seluruhnya berpeci dan berpakaian rapi dengan dominasi warna putih dan hitam. Rombongan ini baru saja melakukan ziarah kebangsaan ke pusara Panglima Besar Jenderal Sudirman di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Yogyakarta.

 

Mereka adalah rombongan Jamaah Dzikir Nurul Wathon (Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khitthoh Indonesia). Jamaah Dzikir ini sebuah majelis dzikir dan yayasan keagamaan di Indonesia yang berfokus pada kegiatan istighotsah, dzikir untuk keselamatan bangsa, dan syiar Islam. Majelis ini sering kali menggelar acara dzikir dan doa bersama secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka ini dipimpin oleh Dewan Pembina Jamaah Dzikir Nurul Wathon, Mayjen TNI (Purn) Herianto Syahputra.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskusi (arah jarum jam) – KH Fathulloh Suyuti Toha, AM Putut Prabantoro, H Ramadhan Gatot Sietikno, Sandi Suwardi Hasan dan Mayjen TNI (Purn) Herianto Syahputra.

Yang membuat pemandangan di Media Corner Avocado ini sangat menarik perhatian adalah hadirnya di tengah-tengah mereka, ulama kharismatik dan sekaligus pendiri Nurul Wathon, KH Fathulloh Suyuti Toha. Ia juga pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Banyuwangi.

 

“Ini merupakan kejutan besar namun membahagiakan. Saya tidak pernah menduga kyai besar kharismatik akan hadir di rumah saya. Saya merasa terhormat dan sekaligus tersanjung. Ini anugerah sangat besar bagi saya,“ ujar AM Putut Prabantoro, alumnus PPSA XXI dan mantan pengajar (Taprof) Bidang Ideologi, Lemhannas RI. Putut Prabantoro adalah pegiat kebangsaan lintas agama dan perdamaian. Karena aktivitasnya itu, Pendiri dan Penasihat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) tersebut sudah beberapa kali bertemu dengan Paus Fransiskus dan Paus Leo XIV.

 

Perkenalan antara Putut Prabantoro dan KH Suyuti Toha dijembatani Herianto Syahputra, yang juga alumnus PPSA XXI, Lemhannas RI. Pertemuan tersebut sejak awal sarat dengan penuh nilai dan kekeluargaan. Dan kebahagiaan semakin tak terbendung, ketika diketahui bahwa keduanya memiliki sahabat dekat yang sama yakni Rm. Fadjar Tedjo Soekarno Pr. Pada saat itu juga, mereka bertiga terlibat dalam video call bersama. Rm Fadjar adalah Pastor Paroki Gereja Katolik St. Paulus Kraksaan, Probolinggo. Romo ini membuat heboh Indonesia pada 21 Agustus 2024, ketika memasangkan penutup kepala udeng Bayuwangi ke kepala Paus Fransiskus saat beraudiensi di Vatikan bersama organisasi-organisasi pemuda lintas agama.

Baca Juga:  Usia 36 Tahun, STIKES Notokusumo Yogyakarta Mantapkan Langkah Jadi Kampus Kesehatan Unggul

 

Para anggota rombongan yang hadir di Media Corner, Avocado itu berasal dari berbagai kota di Indonesia. Mereka adalah Sandi Suwardi Hasan (Dirut LAZ, Lembaga Amil Zakat Nasional Gerak Kita Indonesia / Gerakin), Prof. Dr. KGPH. H. Muhammad Kurnia Hasanudin, S.E., M.A. dari Keraton Surakarta, Sekretaris DPW DKI Jakarta Arif Prasetyo, H Ramadhan Gatot Sietikno dari Dewan Mesjid Sleman, Yogyakarta, Habib Jafar dari Jakarta, Syech Yusuf  dari Malang dll.

 

PESAN KHUSUS

Sebelum meninggalkan Media Corner Avocado, KH Fathulloh Suyuti Toha (membelakangi lensa) berbincang dengan AM Putut Prabantoro (tengah) dan Mayjen TNI (Purn) Herianto Syahputra.

Dalam pertemuan itu, secara khusus KH Suyuti Toha memberi pesan khusus terkait dengan situasi terakhir Indonesia. Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini, dinamika geopolitik sangat memengaruhi keadaan Indonesia. Situasi dan kekacauan yang muncul sebagai dampak dari dinamika geopolitik dunia tersebut akan dimanfaatkan oleh negara-negara asing yang akan memiliki kepentingan militer, ekonomi ataupun perdagangan.

 

Oleh karena itu, KH Suyuti Toha menasehati agar bangsa Indonesia harus terus menerus memegang nilai persatuan. Tanpa persatuan, Indonesia akan menghadapi masalah yang sangat besar.

 

“Persatuan itu sangat mahal. Sebagai bangsa yang memiliki latar belakang keberagaman, persatuan harus dipegang kuat dan tidak boleh luntur. Sekali lengah atau menganggap remeh persatuan, negara kita akan hancur,“ ujar KH Suyuti.

 

Ia juga memperingatkan tentang organisasi tanpa bentuk yang memang direncanakan untuk mengacaukan dan menghancurkan persatuan di Indonesia dalam situasi yang rumit ini akibat dinamika geopolitik. Oleh karena itu, bangsa Indonesia dan semua elemen masyarakat diminta untuk mendukung pemerintah dan program-programnya.

 

„Pemerintah harus didukung dan dibantu agar kita semua dapat keluar dari kondisi yang sulit. Jangan malah kita bertentangan satu sama lain yang membuka peluang organisasi tanpa bentuk itu masuk untuk mengacaukan negara. Saya menandai kelompok kiri mulai bergerak. NKRI harus dijaga. TNI harus dibantu dalam melaksanakan tugasnya,“ tegas KH Suyuti.

 

Ulama karismatik itu juga menjelaskan, dirinya dan Nurul Wathon akan terus mendukung pemerintah. „Tidak hanya pemerintah Presiden Prabowo, tetapi juga pemerintah-pemerintah berikutnya. Kita harus membaktikan diri untuk bangsa dan negara. Nurul Wathon akan terus berjalan dan tidak boleh meminta dukungan dari pemerintah,“ ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel realitalima.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peraih Riyanto Award AKP Yuliyanto Ajak Orang Tua Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba
Dari Gedongtengen untuk Jogja Aman: Kolaborasi Lintas Elemen Jaga Malioboro
Gebyar Ramadhan 1447 H Majelis Taklim KUA Ngaglik, Perkuat Sinergi dan Syiar Keagamaan di Sleman
Safari Ramadhan Sleman Perkuat Harmoni, Realitalima Jadi Wajah Persatuan Pemuda Ngaglik
Usia 36 Tahun, STIKES Notokusumo Yogyakarta Mantapkan Langkah Jadi Kampus Kesehatan Unggul
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:17 WIB

Menyoroti situasi Indonesia: “PESAN KHUSUS ULAMA KHARISMATIK, KH. SUYUTI TOHA”

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:21 WIB

Peraih Riyanto Award AKP Yuliyanto Ajak Orang Tua Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 4 Mei 2026 - 11:25 WIB

Dari Gedongtengen untuk Jogja Aman: Kolaborasi Lintas Elemen Jaga Malioboro

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:46 WIB

Gebyar Ramadhan 1447 H Majelis Taklim KUA Ngaglik, Perkuat Sinergi dan Syiar Keagamaan di Sleman

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:48 WIB

Safari Ramadhan Sleman Perkuat Harmoni, Realitalima Jadi Wajah Persatuan Pemuda Ngaglik

Berita Terbaru

Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono (tengah) menunjukkan barang bukti celurit yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut

Uncategorized

Sembunyikan Celurit di Jaket, Pemuda 19 Tahun Diciduk Polsek Mlati

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:35 WIB

Petugas kepolisian saat memberikan teguran kepada pengendara motor

Hukum & Kriminal

Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Berikan 690 Teguran

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:11 WIB

Petugas Polsek Godean mengamankan minuman keras

Hukum & Kriminal

Polresta Sleman Sita 833 Botol Miras Selama Oktober, 272 Botol Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:07 WIB