YOGYAKARTA, Realitalima.com – Semangat toleransi dan kebhinekaan kembali digaungkan dalam kegiatan Sahur Bersama yang digelar oleh Shinta Nuriyah Wahid di kampus UIN Sunan Kalijaga, Selasa (3/3/2026).
Acara tersebut dihadiri sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari tokoh lintas iman, stakeholder pemerintah, perwakilan lembaga dan komunitas, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Salah satu tamu undangan yang hadir adalah Eka Putra, perwakilan pemuda Konghucu yang juga anggota organisasi kepemudaan REALITALIMA (Remaja Lintas Agama dan Linmas Masyarakat) Kapanewon Ngaglik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan tersebut, para peserta duduk bersama tanpa sekat perbedaan latar belakang agama maupun status sosial.
Momen sahur bersama ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan ruang dialog dan silaturahmi lintas iman yang konsisten dibangun oleh Shinta Nuriyah Wahid selama bertahun-tahun.

Eka Putra menyampaikan bahwa kehadirannya membawa semangat yang selama ini diusung REALITALIMA Kapanewon Ngaglik, yakni memperkuat persatuan masyarakat melalui kolaborasi lintas agama dan elemen keamanan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seperti ini mencerminkan wajah Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika—rukun dalam perbedaan dan saling menghormati.
“Sebagai bagian dari REALITALIMA dan perwakilan pemuda Konghucu, kami merasa terpanggil untuk terus menjaga semangat toleransi. Nilai-nilai yang diwariskan oleh Gus Dur tentang kemanusiaan dan persaudaraan lintas iman harus terus dihidupkan,” ujarnya.
Sahur Bersama Shinta Nuriyah Wahid sendiri dikenal sebagai gerakan moral untuk merawat kebhinekaan, melanjutkan perjuangan almarhum Abdurrahman Wahid dalam memperjuangkan hak-hak minoritas dan memperkuat persatuan bangsa.
REALITALIMA Kapanewon Ngaglik yang turut hadir bersama Eka Putra menegaskan komitmennya untuk terus berjalan seiring dengan misi toleransi tersebut. Melalui kolaborasi lintas agama dan kemasyarakatan, organisasi ini berupaya menjaga harmoni sosial di wilayah Ngaglik dan sekitarnya.
Kegiatan sahur lintas iman ini pun menjadi cerminan nyata Indonesia yang rukun, inklusif, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang sosial.
Penulis : Fajarista















