SLEMAN – Galeri Bulaksumur Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar pameran seni rupa Mampir Gelanggang 2026 bertajuk Singgah sebelum Pulang.
Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, pameran ini menjadi ruang perjumpaan antara karya seni, seniman, dan masyarakat dalam memaknai perjalanan hidup melalui refleksi.
Pameran hasil kolaborasi GIK UGM dengan Sedekat Imaji Rupa ini berlangsung mulai 19 September hingga 5 Oktober 2026 di Galeri Bulaksumur B, GIK UGM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 38 karya dari delapan seniman ditampilkan, yakni Indera Kencana, Vicky Saputra, Yanal Desmon Zendrato, Harris Fanany, Denny Saiful Anwar, Aprilia El Shinta, Anton Afganial, dan Risao Pambudi.
Exhibition Manager Mampir Gelanggang 2026, Salsabila Azzahra, mengatakan pameran merupakan bagian dari rangkaian Run’nShine 2026 yang mempertemukan seni dengan ekosistem kreatif Yogyakarta.
“Seni tidak berdiri sebagai peristiwa yang terpisah, tetapi bergerak bersama gaya hidup, aktivitas publik, dan denyut komunitas di Yogyakarta,” ujarnya saat pembukaan, Sabtu (19/9).
Publication Manager Laura Putri menambahkan kolaborasi lintas disiplin memberi peluang agar karya seni dapat dibaca sebagai pengalaman ruang, percakapan sosial, sekaligus bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sementara itu, Program Manager Dahayu Sasmita Dharma menjelaskan Mampir Gelanggang 2026 tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi juga program aktivasi berupa Artist Talk dan Screening Film yang melibatkan berbagai komunitas kreatif di Yogyakarta untuk memperluas dialog antara seniman dan publik.
Salah satu seniman, Indera Kencana, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari pameran ini. Menurutnya, momen memperkenalkan karya kepada publik merupakan hal penting karena seniman umumnya bekerja dalam ruang yang sangat personal.
“Kami biasa bekerja di ruang individual. Lewat pameran ini, karya bisa bercerita sendiri, memiliki kehidupannya sendiri, dan melahirkan banyak interpretasi dari setiap penikmatnya,” katanya.
Indera menafsirkan tema Singgah sebelum Pulang sebagai ajakan untuk berhenti sejenak, bukan hanya secara fisik, melainkan juga berhenti pada rasa dan pada diri sendiri.
Baginya, persinggahan adalah titik refleksi dalam perjalanan batin untuk menerima, merayakan, dan berserah atas kehidupan.
“Saya menerjemahkan singgah sebelum pulang sebagai titik refleksi dalam perjalanan spiritual. Lukisan-lukisan saya banyak bertema sagrah atau berserah, sebagai medium untuk merekam setiap momen penting perjalanan batin,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh karya yang dipamerkan mampu menyentuh pengunjung, membuka percakapan, dan menjadi inspirasi bagi siapa pun yang menikmatinya.
Pameran Mampir Gelanggang 2026 dibuka untuk umum setiap hari pukul 09.00–17.00 WIB. Harga tiket masuk sebesar Rp25.000 untuk umum dan Rp20.000 bagi pelajar serta mahasiswa.
Penulis : Fajarista
Editor : Arie















