YOGYAKARTA – Polresta Yogyakarta menyiapkan ratusan personel untuk mengamankan arus mudik dan lonjakan wisatawan selama libur Lebaran 2026 di Kota Yogyakarta. Pengamanan tersebut dilaksanakan melalui Operasi Ketupat 2026 yang telah dimulai sejak 13 Maret.
Kapolresta Yogyakarta Eva Guna Pandia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi karena Yogyakarta menjadi salah satu tujuan favorit wisata saat libur Lebaran.
“Sejak 13 Maret kami sudah melaksanakan Operasi Ketupat. Polresta Yogyakarta pada prinsipnya siap mengamankan masyarakat yang mudik maupun wisatawan yang berlibur di Kota Yogyakarta,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keterbatasan lahan parkir di kawasan wisata, khususnya di pusat kota. Untuk mengatasi hal tersebut, kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta guna mendata dan memaksimalkan penggunaan lahan parkir yang tersedia.
Menurut Pandia, sejumlah lahan parkir milik pemerintah, swasta, hingga milik masyarakat akan diinventarisasi dan diintegrasikan dalam sistem informasi berbasis QR Code.
“Nantinya wisatawan yang masuk ke Yogyakarta bisa memindai QR Code yang tersedia di beberapa titik. Dari situ akan muncul informasi secara real time mengenai lokasi parkir yang masih tersedia,” jelasnya.
Sistem tersebut diharapkan memudahkan wisatawan, terutama yang menuju kawasan Malioboro dan sekitarnya, sehingga tidak perlu berputar-putar mencari tempat parkir.
Polisi juga memprediksi peningkatan arus wisata akan terjadi mulai H+1 Lebaran.
Wisatawan yang berkunjung ke destinasi pantai di wilayah Gunungkidul maupun Pantai Parangtritis biasanya kembali ke pusat kota pada sore hingga malam hari.
“Kami akan melihat situasi di lapangan dan menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan,” katanya.
Dalam pelaksanaan pengamanan Lebaran tahun ini, Polresta Yogyakarta menyiapkan sekitar 700 personel yang akan ditempatkan di sejumlah titik rawan kepadatan dan kawasan wisata.
Selain pengamanan arus mudik dan wisata, kepolisian juga menyiapkan pengamanan malam takbiran. Polisi kemungkinan akan melakukan penyekatan kendaraan dari luar kota untuk menjaga situasi tetap kondusif di dalam kota.
“Kami juga berkoordinasi dengan Polres tetangga seperti Bantul dan Sleman agar masyarakat dapat melaksanakan malam takbir di wilayahnya masing-masing,” ujar Pandia.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat merayakan malam takbir secara tertib, tidak menggunakan sound system secara berlebihan, serta tidak menyalakan petasan atau mercon.
“Ini adalah hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa. Mari kita rayakan dengan tertib, menjaga keselamatan di jalan, sehingga pada saat salat Idulfitri semua bisa berkumpul bersama keluarga dengan aman,” pungkasnya.
Penulis : Fajarista















