SLEMAN – Musibah tragis terjadi di area persawahan Bulak Barak, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman.
Dua orang buruh tani perempuan meninggal dunia setelah tersambar petir saat bekerja di sawah, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika tiga orang buruh tani perempuan sedang menanam padi di tengah persawahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat hujan turun disertai kilat dan petir, ketiganya kemudian berteduh di sebuah gubuk sawah.
“Ketiga korban berteduh di gubuk karena hujan disertai petir. Namun tak lama kemudian, petir menyambar area di sekitar gubuk tempat mereka berlindung,” ujar AKP Salamun saat dikonfirmasi.
Akibat sambaran petir tersebut, dua korban berinisial W (62) dan S (63) dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya berinisial S (71) selamat dan segera meminta bantuan kepada warga sekitar.
Petugas kepolisian bersama warga kemudian mengevakuasi kedua korban meninggal dunia ke RS At Taurot Seyegan untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan menyatakan kedua korban telah meninggal dunia akibat sambaran petir.
“Satu korban selamat tidak mengalami luka fisik, namun mengalami trauma akibat kejadian tersebut,” jelasnya.
AKP Salamun menambahkan, pihak keluarga korban telah menerima peristiwa itu sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif.
Polresta Sleman mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di area terbuka seperti persawahan, agar meningkatkan kewaspadaan saat hujan disertai petir.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera mencari tempat yang aman dan menghindari area terbuka apabila hujan disertai petir, guna mencegah terulangnya kejadian serupa,” pungkas AKP Salamun.















