TURI – Kecelakaan air terjadi di Embung Kaliaji, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan dua pemuda meninggal dunia, sementara seorang rekannya berhasil selamat.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, S.H., mengatakan korban selamat berinisial KD (22), warga Caturharjo, Sleman. Sementara dua korban meninggal dunia masing-masing AN (21), warga Caturharjo, Sleman, dan IY (25), warga Kepuharjo, Cangkringan, yang berdomisili di Mardikorejo, Tempel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Argo, ketiga korban berada di kawasan Embung Kaliaji untuk menikmati suasana matahari terbit sambil berbincang-bincang.
“Berdasarkan keterangan yang diperoleh, kejadian bermula saat AN hendak menuju toilet melalui tangga yang berada di sekitar embung. Namun korban diduga terpeleset hingga terguling dan tercebur ke dalam embung,” ujar Argo.
Melihat rekannya jatuh ke dalam air, IY berusaha memberikan pertolongan dengan mengulurkan kaki. Namun karena tidak memiliki pegangan yang kuat, ia justru ikut tertarik masuk ke dalam embung.
KD kemudian berupaya membantu kedua rekannya dengan cara yang sama. Akan tetapi, ia juga kehilangan keseimbangan hingga tercebur ke dalam air.
“Dari keterangan saksi, awalnya satu korban terjatuh ke dalam embung. Rekannya berusaha menolong, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya ikut tercebur. Korban yang selamat juga sempat berupaya memberikan bantuan, tetapi turut masuk ke dalam embung,” jelas Argo.
Dalam kondisi tersebut, KD berusaha menyelamatkan diri sekaligus menolong kedua rekannya. Namun dinding embung yang miring dan berlumut membuat pijakan sangat licin sehingga upaya penyelamatan tidak berhasil dilakukan.
Pegangan antara KD dan IY akhirnya terlepas. KD berhasil meraih besi penyangga di tepi embung dan naik ke daratan, sedangkan AN dan IY tenggelam.
Setelah berhasil keluar dari embung, KD berteriak meminta pertolongan. Karena kondisi sekitar masih gelap dan sepi, ia kemudian mendatangi rumah warga terdekat untuk meminta bantuan.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Turi, Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Sleman, Puskesmas Turi, Basarnas DIY, dan SAR MTA segera melakukan pencarian serta evakuasi korban.
Kedua korban akhirnya ditemukan di kedalaman sekitar tiga meter dalam kondisi berdekatan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan AN mengalami luka sobek pada kelopak mata kiri serta sejumlah luka akibat benturan. Sementara IY mengalami luka lecet pada siku tangan kiri, lecet pada lutut kaki kiri, dan luka robek pada bibir atas.
“Petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada kedua korban. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki proses hukum lebih lanjut,” kata Argo.
Ia menambahkan, kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara, membantu proses evakuasi, serta memastikan seluruh penanganan berjalan sesuai prosedur.
Polresta Sleman mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar embung, waduk, sungai maupun lokasi perairan lainnya, terutama pada malam hingga dini hari ketika kondisi pencahayaan masih minim.
Masyarakat juga diminta berhati-hati saat melintasi area yang licin atau berlumut serta tidak melakukan upaya penyelamatan secara langsung tanpa alat bantu keselamatan yang memadai.
“Apabila terjadi keadaan darurat di perairan, segera minta bantuan kepada petugas atau tim penyelamat agar tidak menambah jumlah korban,” pungkas Argo.
Penulis : Fajarista
Editor : Arie















